Ramadhan Bangkit

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

 Senin 04 Apr 2022 22:24 WIB

Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Ilustrasi Ramadhan

Ramadhan Bangkit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air terus membaik seiring menurunnya kasus positif harian. Ini membawa optimisme bagi masyarakat Indonesia khususnya umat Muslim yang bersiap melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Pemerintah pusat pun telah memberikan lampu hijau untuk para pengurus masjid dan jamaah sehingga bisa menjalankan berbagai kegiatan keagamaan pada bulan suci Ramadhan. 

Seperti disampaikan Presiden Joko Widodo dalam keterangan Persnya di Istana Merdeka beberapa waktu lalu bahwa umat Muslim bisa kembali melaksanakan shalat tarawih di Masjid. Kendati demikian dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

Baca Juga

Dewan Pengarah Masjid Raya Bandung, KH. Muhtar Gandaatmaja mengatakan para pengurus dan jamaah Masjid Raya Bandung menyambut dengan senang hati atas kebijakan Pemerintah yang memberikan izin bagi masjid-masjid mengisi dan menyemarakan Ramadhan dengan berbagai kegiatan dan ibadah. Kondisi ini berbeda dengan dua tahun sebelumnya, di mana pelaksanaan berbagai kegiatan dan ibadah di masjid tak dapat dijalankan secara maksimal karena penerapan protokol kesehatan yang ketat akibat tingginya kasus Covid-19. 

"Tentu dengan senang hati, diterima dengan suka cita. Kesempatan buat kami dan masyarakat taqorub kepada Allah di bulan yang penuh berkah, maghfirah dan rahmatNya," kata kiai Muhtar kepada Republika beberapa hari lalu. 

Kiai Muhtar mengatakan para pengurus MRB telah mempersiapkan berbagai kegiatan untuk mengisi Ramadhan. Bahkan Dewan Kemakmuran Masjid Raya Bandung relah membentuk kepanitiaan untuk pelaksanaan ibadah shalat tarawih, ceramah Ramadhan, panitia zakat fitrah serta idul fitri. Lebih lanjut kiai Muhtar mengatakan MRB akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan tetap melaksanakan prokes pencegahan Covid-19 dalam setiap kegiatan selama Ramadhan. Kiai Muhtar mengajak umat Muslim agar kembali memakmurkan Masjid dengan tetap menjaga prokes. 

"Kepada masyarakat jangan takut karena wabah untuk melaksanakan kegiatan ibadah di bulan suci Ramadhan, tapi juga jangan sepelekan aturan yang berlaku, prokes, sebagai ikhtiar kita menyelamatkan diri dan keluarga. Selamat beribadah shaum dengan tuma'ninah dan khidmah," kataya. 

Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) kota Tangerang Selatan, Banten juga telah jauh-jauh hari menyiapkan berbagai kegiatan untuk mengisi dan memeriahkan bulan suci Ramadhan. Humas MRBJ, Iman Villo mengatakan selain telah menyiapkan untuk kegiatan ibadah shalat tarawih, i'tikaf dan qiyamul lail hingga kajian keislaman saat Ramadhan, MRBJ juga telah merencanakan sejumlah festival dan perlombaan seperti Kampoeng Ramadhan, pawai obor, bazar Muslim, pertunjukan, lomba adzan dan lainnya. "Jaga jarak tidak lagi. Tapi bagi jamaah yang masih menjalankan jaga jarak, punya tempat area tersendiri, bagaimana nyamannya jamaah yang bersangkutan," katanya. 

Sementara itu Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Adib menginbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dan ibadah yang dilakukan secara berjamaah di masjid dan mushola saat bulan suci Ramadhan.  Menurutnya masjid dan mushola perlu tetap mengikuti arahan terkait pembatasan dalam hal kapasitas ruangan. Selain itu dalam pelaksanaan sholat berjamaah, ia juga mengimbau agar tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Adib mengajak agar masyarakat berperan serta dalam mencegah terjadinya lagi penyebaran Covid-19. 

"Tentu sudah ada pelonggaran yang luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi kita harus tetap waspada dan tak lengah terhadap protokol kesehatan, miskanya harus tetap menggunakan masker, tetap menjaga jarak, dan disitu disiapkan disinvektan dan lain sebagainya," kata Adib dalam diskusi daring  Forum Merdeka Barat 9 yang dipelopori Kementerian Komunikasi dan Informatika beberapa hari lalu.

Adib mengatakan sesuai dengan anjuran Satgas Covid-19 Masjid dan mushola juga diminta agar dapat melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan prokes Covid-19. Sementara itu untuk kegaitan ceramah di masjid dan mushola, Adib mengimbau agar durasi waktu ceramah tidak terlalu lama. Adib mengatakan umumnya ceramah Ramadhan sekitar 10-15 menit.  Sementara itu untuk kegiatan seperti buka puasa bersama dan sahur bersama, Adib mengimbau agar masjid dan mushola melakukan pembatasan dengan menjaga prokes yang ketat.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X