Sekjen PBB Sampaikan Pesan Ramadhan, Jadi Momen Saling Menguatkan

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

 Sabtu 02 Apr 2022 19:05 WIB

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Antonio Guterres mengharapkan momen kali ini menjadi waktu untuk saling berkumpul dan menguatkan karena pandemi Covid-19 menyulitkan keadaan. Foto: AP/John Minchillo Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Antonio Guterres mengharapkan momen kali ini menjadi waktu untuk saling berkumpul dan menguatkan karena pandemi Covid-19 menyulitkan keadaan.

Sekjen menyebut Ramadhan sebagai momen menguatkan karena pandemi menyulitkan keadaan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan pesan yang hangat untuk Muslim dalam menyambut bulan Ramadhan. Dia mengharapkan momen kali ini menjadi waktu untuk saling berkumpul dan menguatkan karena pandemi Covid-19 menyulitkan keadaan.

"Saya menyampaikan harapan terhangat saya ketika jutaan Muslim di seluruh dunia memulai bulan suci Ramadhan. Ini adalah periode belas kasih dan empati, waktu untuk refleksi dan pembelajaran kesempatan untuk berkumpul dan saling menguatkan," ujar Guterres.

Baca Juga

Guterres menyatakan, Setiap Ramadhan mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi negara-negara Muslim. Dia pun mencoba untuk berpuasa dalam bentuk solidaritas, serta berbuka puasa dengan berbagai kalangan.

"Sayangnya, pandemi Covid-19 membuat itu tidak mungkin, tetapi saya senang untuk melanjutkan tradisi ini tahun ini," ujar Guterres.

Guterres pun mengutip ajaran Islam yang didapat dalam Alquran dalam menanggapi masalah yang sedang terjadi saat ini. "Di masa tragedi dan penderitaan ini, pikiran dan hati saya bersama semua orang menghadapi konflik, pemindahan, dan ketakutan. Alquran mengajarkan kita bahwa Tuhan menciptakan bangsa-bangsa dan suku-suku 'agar kita bisa saling mengenal'," ujarnya.

Menurut Guterres, dalam Ramadhan kali ini, dia berharap semua pihak dapat mengambil inspirasi dengan bekerja bahu membahu demi keselamatan, martabat, dan kemakmuran semua wanita dan pria. "Mari kita saling belajar dan bersama-sama membangun dunia yang damai," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X