Karpet Kembali Digelar, Sholat Tarawih di Masjid Istiqlal Dilakukan dengan Shaf Rapat

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

 Senin 28 Mar 2022 21:45 WIB

Jamaah beraktivitas usai melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (11/2/2022). Karpet Kembali Digelar, Sholat Tarawih di Masjid Istiqlal Dilakukan dengan Shaf Rapat Foto: Republika/Thoudy Badai Jamaah beraktivitas usai melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (11/2/2022). Karpet Kembali Digelar, Sholat Tarawih di Masjid Istiqlal Dilakukan dengan Shaf Rapat

Tidak ada pembatasan kapasitas jamaah di Masjid Istiqlal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah menyampaikan, kapasitas jamaah pada sholat tarawih selama bulan Ramadhan 1443 H tidak akan dibatasi. Shaf sholat tidak lagi diatur supaya renggang.

"Tidak ada pembatasan kapasitas jamaah. Malah kami takutnya jamaah sudah lupa Istiqlal. Sudah dua tahun soalnya tidak ke Istiqlal. Pembatasan itu kan karena masih pandemi. Kalau sekarang kan sudah semakin hilang pandeminya," tutur dia kepada Republika.co.id, Ahad (27/3).

Baca Juga

Selain itu, jamaah kini bisa kembali menunaikan sholat di Masjid Istiqlal dengan shaf yang rapat. Karpet khususnya di lantai utama juga sudah digelar dengan yang baru sehingga sholat bisa semakin khusyuk.

Untuk pelaksanaan sholat tarawih, ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Abu menjelaskan, sholat tarawih di Istiqlal biasanya digelar secara dua gelombang dan dengan dua imam. Gelombang pertama dipimpin oleh seorang imam dengan delapan rakaat dan tiga rakaat witir.

Sedangkan pada gelombang kedua, sholat tarawih dipimpin oleh imam yang berbeda, dengan jumlah 20 rakaat dan tiga rakaat witir. "Dan di tahun ini tidak ada dua gelombang. Tarawihnya satu gelombang dan langsung melaksanakan 20 rakaat. Untuk imam sholat tarawih tetap dua orang," kata dia.

Karena itu, Abu memaparkan, bagi mereka yang ingin atau biasa menunaikan sholat tarawih 11 rakaat, sekarang harus berhenti setelah selesai rokaat kedelapan, lalu sholat witir sendiri.

"Kalau dua gelombang, biasanya delapan rakaat sholat tarawih dan witir tiga rakaat, kemudian ganti imam. Sekarang tidak, langsung lanjut sampai 20 rakaat, baru witir," tuturnya.

Abu menambahkan, Masjid Istiqlal juga mempersilakan umat Muslim untuk melaksanakan kegiatan itikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan. Jamaah itikaf sekarang juga dapat melangsungkan sholat qiyamullail tanpa pembatasan kapasitas.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X