Damkar Ingatkan Warga Samarinda Potensi Kebakaran Saat Ramadhan

Red: Ani Nursalikah

 Senin 28 Mar 2022 18:55 WIB

Ilustrasi Kebakaran. Damkar Ingatkan Warga Samarinda Potensi Kebakaran Saat Ramadhan Foto: Foto : MgRol112 Ilustrasi Kebakaran. Damkar Ingatkan Warga Samarinda Potensi Kebakaran Saat Ramadhan

Kebakaran cenderung meningkat saat Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Samarinda, Kalimantan Timur mengingatkan warga akan potensi kebakaran rumah menjelang Ramadhan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kebakaran cenderung meningkat saat Ramadhan.

"Sepanjang 2021 saja terdapat 240 musibah kebakaran dengan bulan kejadian paling banyak terjadi ketika Bulan Puasa atau Ramadhan," ujar Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Samarinda Hendra A.H., Ahad (27/3/2022).

Baca Juga

Sebanyak 240 kejadian kebakaran itu disebabkan 71,25 persen hubungan arus pendek listrik. Sisanya akibat lain yang belum bisa dipastikan.

Ia mengatakan operasi penyelamatan nonkebakaran yang ia lakukan sepanjang 2021 sebanyak 1.538 kasus. Berkaca pada beberapa kali kebakaran di Samarinda, yakni kebakaran yang cenderung meningkat saat Ramadhan, maka koordinasi antara petugas damkar dan relawan setempat perlu terus ditingkatkan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

Ia mengapresiasi apel bersama Petugas Damkar dan Relawan Damkar yang digelar hari ini, karena meski sebagai penanggung jawab adalah pemerintah melalui instansinya, namun relawan garda terdepan dalam membantu penyelamatan jika terjadi bencana. Apel kesiapsiagaan seperti yang digelar ini, lanjutnya, merupakan hal penting sebagai upaya bersama dalam meningkatkan koordinasi, terutama bagi pihak-pihak berkepentingan dalam menghadapi bencana alam dan lainnya.

Semua musibah, terjadi begitu mendadak dan tidak dapat diprediksi sehingga perlu adanya kelancaran komunikasi dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, termasuk peran aktif masyarakat melalui relawan. Melalui apel siaga ini diharapkan terbentuk aparatur dan masyarakat yang semakin siaga dan tanggap menghadapi bencana, karena bencana selalu datang tiba-tiba.

"Kesiapsiagaan adalah hal utama dalam melakukan penyelamatan, namun segenap unsur harus tetap mengedepankan aspek keselamatan dengan menerapkan standar operasional prosedur secara tepat," kata Hendra.

Dalam apel siaga ini, sejumlah relawan juga memperoleh piagam penghargaan dari Dinas Damkar dan Penyelamatan Samarinda, yakni LSM Pawang, PWI Kaltim Peduli, FKPM Loa Buah, RTS Kota, Balakarcana Puspita, dan Satria Loa Bakung.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X