UAS: Semangat Ramadhan adalah Semangat Jihad, Jangan Loyo

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil

 Senin 28 Mar 2022 16:11 WIB

Ustadz Abdul Somad memberikan tausiyah saat pencanangan pesantren ramadhan di Masjid Agung Nurul Iman, Padang, Sumatera Barat, Senin (28/3/2022). Pemkot Padang mencanangkan pesantren ramadhan yang akan dilaksanakan pada 9 April 2022 dan diikuti 120 ribu siswa di kota itu. Foto: Antara/Iggoy el Fitra Ustadz Abdul Somad memberikan tausiyah saat pencanangan pesantren ramadhan di Masjid Agung Nurul Iman, Padang, Sumatera Barat, Senin (28/3/2022). Pemkot Padang mencanangkan pesantren ramadhan yang akan dilaksanakan pada 9 April 2022 dan diikuti 120 ribu siswa di kota itu.

UAS memberikan tausiyah menjelang Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG-- Ulama kondang Ustadz Abdul Somad, mengatakan bulan suci Ramadhan harus dilalui dengan semangat. Meski menahan haus dan lapar, menurut UAS, bulan puasa tidak boleh dilalui dengan loyo.

"Semangat Ramadhan adalah semangat jihad dan semangat perjuangan, tidak loyo dan lunglai atau menjadi alasan untuk tidak produktif. Begitu banyak sejarah besar dalam Islam maupun negara ini yang terjadi di dalam bulan Ramadhan," kata UAS di Padang, Senin (28/3).

Baca Juga

UAS menghadiri berbagai forum dakwah di Kota Padang sejak kemarin sampai hari ini. Alumnus Al Azhar, Kairo, Mesir itu lebih banyak memberikan tausiyah tentang persiapan umat Islam menyambut bulan suci Ramadhan yang akan masuk pekan ini.

UAS mengingatkan ada beberapa amalan ibadah yang bisa dilakukan oleh umat muslim. Amalan utama adalah berpuasa, yang tidak hanya sekedar menahan makan dan minum, umat muslim juga harus mampu menahan mata, emosi, lisan dan lainnya dari hal-hal negatif yang bisa merusak amalan puasa.

Selain puasa, sholat malam juga termasuk amalan besar yang bisa mendulang pahala berlipat di bulan suci.

Amalan lainnya menurut UAS adalah memanfaatkan waktu syuruq, yakni berdiam diri di masjid sambil berzikir hingga matahari terbit.

"Barang siapa yang sholat pagi hari (subuh) secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah SWT hingga terbitnya matahari, kemudian ia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala mengerjakan haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, 'Sempurna, sempurna, sempurna." ujar UAS.

UAS juga mengajak jamaah mendekatkan diri dan memperbanyak bacaan Al-Quran, seperti yang dilakukan para sahabat, orang-orang sholeh dan ulama terdahulu.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X