Wapres Ingatkan Pelaksanaan Ibadah Ramadhan Tetap Taati Prokes Meski Kasus Landai

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Muhammad Hafil

 Ahad 27 Mar 2022 18:30 WIB

Wapres Ingatkan Pelaksanaan Ibadah Ramadhan Tetap Taati Prokes Meski Kasus Landai. Foto: Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Wapres Ingatkan Pelaksanaan Ibadah Ramadhan Tetap Taati Prokes Meski Kasus Landai. Foto: Ilustrasi Ramadhan

Prokes diminta tetap diterapkan di bulan Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan pelaksanaan ibadah saat bulan Ramadhan tetap mengacu protokol kesehatan yang ketat. Wapres mengatakan, kewaspadaan harus dilakukan agar kasus Covid-19 tidak kembali melonjak.

"Masih harus tetap mentaati protokol kesehatan, seperti menggunakan masker terutama. Kemudian mencuci tangan dan juga vaksinasi," kata Wapres di sela kunjungan kerjanya ke Pesantren esantren Al Ittifaq, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Selasa (22/3).

Baca Juga

Wapres mengakui tren kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mengalami penurunan. Hal ini berdampak pada kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat.

"Saya kira karena pandemi ini sudah mulai turun, ya kita anggap sudah hampir terkendali dan semua sudah dibuka bahkan sudah tidak lagi ada karantina, maka tempat ibadah pun juga mulai diberikan kelonggaran dan sudah ada fatwa dari Majelis Ulama untuk bisa menyelenggarakan dengan seperti biasa," katanya.

Ia berharap tren penurunan kasus ini terus terkendali. Sehingga masyarakat menjalani ibadah Ramadhan maupun Lebaran Idul Fitri dengan kasus yang terus melandai.

"Cuma memang masih harus tetap mentaati protokol kesehatan, seperti menggunakan masker terutama. Kemudian mencuci tangan dan juga vaksinasi," kata Wapres.

Sebelumnya, Pemerintah terus mendorong peningkatan capaian vaksinasi masyarakat baik vaksin dosis kedua maupun booster dosis ketiga menjelang Ramadhan. Salah satu caranya, kata Wapres, Pemerintah ingin menjadikan vaksin booster dosis ketiga sebagai syarat untuk mudik lebaran.

Wapres mengatakan, selain vaksinasi sudah lengkap atau dua kali dosis, masyarakat yang ingin mudik harus sudah dibooster. Jika wacana itu direalisasikan, masyarakat yang ingin mudik dan sudah divaksin booster  tidak perlu melakukan tes RT PCR maupun swab antigen.

"Kemudian juga booster bahkan nanti booster itu kita ingin jadikan sebagai syarat kalau nanti orang mau mudik. Sehingga dengan demikian maka tidak perlu lagi ada semacam di PCR, atau antigen," katanya.

Namun demikian, wacana tersebut masih perlu menyesuaikan kondisi kasus Covid-19 di Indonesia.

Ini kalau tidak terjadi lonjakan-lonjakan, kalau suasana terus landai seperti yang sekarang," ujarnya.

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X