Mulai 1 April, Aturan Jaga Jarak di Masjid dan Surau di Serawak Dicabut

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 23 Mar 2022 12:52 WIB

Umat Muslim Malaysia mengikuti salat Jumat di dalam sebuah masjid di Kuala Lumpur, Malaysia, 1 Oktober 2021. Mulai 1 April, Aturan Jaga Jarak di Masjid dan Surau di Serawak Dicabut Foto: EPA-EFE/AHMAD YUSNI Umat Muslim Malaysia mengikuti salat Jumat di dalam sebuah masjid di Kuala Lumpur, Malaysia, 1 Oktober 2021. Mulai 1 April, Aturan Jaga Jarak di Masjid dan Surau di Serawak...

Jamaah diimbau membawa sajadah sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, KUCHING -- Ibadah sholat berjamaah di masjid-masjid atau surau di Sarawak, Malaysia dapat dilakukan tanpa memperhatikan aturan jaga jarak. Kebijakan ini akan berlaku mulai 1 April 2022.

Dilansir dari Bernama, Selasa (22/3/2022), menurut Majelis Agama Islam Sarawak, standar operasional prosedur (SOP) baru ini sejalan dengan transisi ke fase endemi Covid-19. Berbagai aturan turunan juga akan mengikuti kebijakan pelonggaran ini. 

Baca Juga

Berdasarkan SOP terbaru untuk sholat di masjid dan surau yang dikeluarkan dewan, kegiatan “imarah” di masjid dan surau juga telah diperbolehkan. Tetapi kegiatan itu harus dengan memperhatikan jarak fisik. Ada juga aturan pemakaman, termasuk penguburan, yang tidak melibatkan kasus Cobid-19. 

“SOP pemakaian masker dan daftar hadir melalui Mysejahtera tetap berlaku, jamaah diimbau membawa sajadah sendiri,” katanya.

Adapun bagi individu yang berada dalam masa karantina Covid-19, atau yang memiliki gejala seperti demam, pilek, batuk, atau sesak napas, dilarang mengikuti sholat dan segala aktivitas di masjid dan surau.

Sebelumnya, Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengumumkan Malaysia akan memasuki fase "transisi ke endemik" mulai 1 April 2022. Keputusan ini mempertimbangkan berbagai faktor, melakukan penilaian resiko, mempertimbangkan pendapat Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) dan rekomendasi dari empat menteri yang mengurusi Covid-19.

"Dalam beberapa minggu terakhir, jumlah kasus harian Covid-19 meningkat tajam akibat gelombang Omicron. Namun, jumlah pasien kategori tiga, empat dan lima sangat rendah yaitu 0,7 persen. Jumlah pasien Covid-19 yang perlu dirawat dan dipantau di ICU juga terkendali," ujar Ismail Sabri dalam jumpa pers hibrid di Kuala Lumpur, Selasa (3/8/2022). 

Berita Lainnya