Adab Berbuka Puasa Rasulullah SAW

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah

 Jumat 01 Apr 2022 00:13 WIB

Rasulullah SAW (ilustrasi). Adab Berbuka Puasa Rasulullah SAW Foto: Republika/Kurnia Fakhrini Rasulullah SAW (ilustrasi). Adab Berbuka Puasa Rasulullah SAW

Adab berbuka puasa Rasulullah patut dijadikan pedoman bagi umat Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Suci Ramadhan merupakan momen yang kehadirannya selalu disambut dan dinantikan Muslim di seluruh dunia. Di bulan ini, ada banyak keutamaan dan keistimewaan yang diharapkan bisa didapatkan oleh setiap umat-Nya.

Datangnya waktu berbuka puasa menjadi hal yang tak kalah ditunggu saat menjalankan ibadah ini. Setiap anggota keluarga akan berkumpul untuk menyantap hidangan usai adzan Maghrib dikumandangkan.

Baca Juga

Namun, dalam berbuka puasa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak kebablasan. Adab yang telah dicontohkan Rasulullah SAW bisa menjadi salah satu pedoman bagi umat Muslim.

Hal pertama yang diajarkan Nabi adalah menyegerakan berbuka puasa. Berbeda saat sahur dimana Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengakhirkannya, saat berbuka justru dianjurkan untuk segera dilakukan.

Abu Hurairah ra menyebut Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka". (HR Ibnu Majah)

Selanjutnya, berdoa sebelum berbuka menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilupakan. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya doa orang yang berpuasa pada waktu berbuka itu tidak ditolak". (HR Ibnu Majah)

Saat berbuka dan akan menyantap hidangan, Rasulullah SAW menganjurkan agar dimulai dengan memakan kurma. Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi, "Apabila seorang dari kalian berbuka puasa, hendaklah dia berbuka dengan kurma. Sesungguhnya, kurma itu adalah (mengandung) berkah. Apabila tidak mendapatkan kurma, maka hendaklah dia berbuka dengan air. Sesungguhnya air itu suci".  

Tak hanya itu, dalam riwayat lain disebutkan Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa memakan tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, racun dan sihir tidak akan membahayakannya pada hari itu," (HR Imam Bukhari).

Baca juga : Ramadhan dan Pengeluaran

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X