Mesir Masih Pelajari Izin Sholat Tarawih Selama Ramadhan 2022

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 16 Mar 2022 07:44 WIB

Orang Mesir membeli dekorasi lampu jelang Ramadhan pada 2021. Mesir Masih Pelajari Izin Sholat Tarawih Selama Ramadhan 2022 Foto: EPA-EFE / KHALED ELFIQI Orang Mesir membeli dekorasi lampu jelang Ramadhan pada 2021. Mesir Masih Pelajari Izin Sholat Tarawih Selama Ramadhan 2022

Komite sedang mempelajari dengan cermat situasi epidemiologi di Mesir.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Kabinet Mesir masih belum menentukan apakah sholat tarawih dan buka puasa bersama akan diizinkan pada Ramadhan ini. Informasi ini disampaikan Penasihat Presiden Republik untuk Urusan Kesehatan Mohamed Awad Tag Eddin.

Eddin menambahkan, Komite Tinggi untuk Manajemen Krisis Coronavirus, yang dipimpin oleh kabinet sedang mempelajari dengan cermat situasi epidemiologi di Mesir. Ia menyebut selama sisa waktu dua minggu menuju Bulan Suci, segala keputusan masih memungkinkan.

Baca Juga

"Kami prihatin dengan kehidupan dan keselamatan orang Mesir. Masalah ini perlu dipelajari dan diseimbangkan. Saya berharap semua tindakan pencegahan akan terus diikuti,” kata Tag Eddin dikutip di Egypt Independent, Rabu (16/3/2022).

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan peningkatan jumlah infeksi virus secara global, sebuah pengingat bahwa pandemi masih ada. Namun, Eddin mencatat terjadi penurunan signifikan dalam jumlah infeksi di Mesir.

“Ada penurunan jumlah kasus yang masuk rumah sakit dan unit perawatan intensif, dan ada penurunan angka kematian di Mesir,” lanjutnya.

Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Mesir melaporkan 854 kasus virus baru, delapan kematian dan 733 pemulihan, Sabtu (12/3/2022). Sejauh ini sebanyak 495.373 kasus telah dilaporkan di Mesir, dengan 24.277 kematian dan 424.831 pemulihan.

Vaksinasi dengan dosis booster ketiga telah dimulai pada 21 Desember. Dalam waktu singkat, Mesir dapat menyediakan semua vaksin virus Covid-19, termasuk Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Sputnik, Johnson & Johnson, Pfizer dan Moderna, sebagai bagian dari rencana negara untuk mendiversifikasi dan memperluas penyediaan vaksin.

Kementerian Kesehatan dan Kependudukan meminta warga untuk mendaftar di situs web kementerian untuk menerima vaksin. Mereka menekankan negara berupaya memberikan vaksin kepada warga negara secara gratis, melalui kerja sama permanen dengan organisasi dan badan internasional. 

https://www.egyptindependent.com/egypt-studying-whether-public-iftar-tables-tarawih-prayers-to-be-allowed-this-ramadan/

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X