Sidang Isbat Awal Ramadhan Digelar Hibrid pada 1 April 2022

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

 Senin 14 Mar 2022 14:48 WIB

Petugas Kementerian Agama meneropong posisi hilal guna menentukan awal bulan Syawal 1442 H di Pantai Anyer, Serang, Banten, Selasa (11/5/2021). Pengamatan dilakukan saat Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbath untuk menentukan hari Lebaran Iedul Fitri atau 1 Syawal 1442 H. Sidang Isbat Awal Ramadhan Digelar Hibrid pada 1 April 2022 Foto: Antara/Asep Fathulrahman Petugas Kementerian Agama meneropong posisi hilal guna menentukan awal bulan Syawal 1442 H di Pantai Anyer, Serang, Banten, Selasa (11/5/2021). Pengamatan dilakukan saat Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbath untuk menentukan hari Lebaran Iedul Fitri atau 1 Syawal 1442 H. Sidang Isbat Awal Ramadhan Digelar Hibrid pada 1 April 2022

Sidang isbat akan dibagi menjadi tiga tahap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat (penentuan) 1 Ramadhan 1443 Hijriyah secara hibrid, yaitu daring dan luring pada 1 April 2022. Secara luring sidang isbat akan digelar di Auditorium HM Rasjidi Kemenag, Jakarta.

"Insya Allah, sidang isbat awal Ramadhan digelar secara hibrid pada 29 Sya'ban 1443 H atau 1 April 2022 M. Karena masih pandemi, sidang akan kembali digelar secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kemenag, Prof Kamaruddin Amin melalui pesan tertulis kepada Republika, Senin (14/3/2022).

Baca Juga

Kamaruddin menjelaskan, jumlah peserta sidang isbat yang hadir dibatasi sesuai ketentuan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Beberapa di antara peserta hanya boleh berpartisipasi melalui telekonferensi melalui jaringan internet.

"Meski lebih longgar dari ketentuan tahun sebelumnya, kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan, misalnya ruang sidang telah disemprot disinfektan, peserta hadir berjarak lebih satu meter, peserta telah diperiksa suhu tubuh, hingga wajib menggunakan masker," jelasnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag, Adib, menambahkan, pelaksanaan sidang isbat Kemenag sesuai Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah. Sidang isbat awal Ramadhan selalu digelar pada tanggal 29 bulan sebelumnya pada kalender Hijriyah.

Sidang isbat akan melibatkan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag, Duta Besar (Dubes) negara sahabat, perwakilan ormas Islam, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan undangan lainnya.

"Sidang isbat akan dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kami juga mengundang pimpinan MUI dan Komisi VIII DPR RI untuk hadir dalam sidang," ujarnya.

Adib menerangkan, sidang isbat akan dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, pemaparan secara hisab posisi hilal awal Ramadhan 1443 H dari Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag. Kemudian dilanjutkan dengan konfirmasi posisi hilal hasil dari rukyatul hilal di 78 lokasi di seluruh Indonesia. Sesi ini dimulai sejak pukul 17.00 WIB.

Ia mengatakan, tahap kedua, sidang isbat awal Ramadhan 1443 Hijriyah. Sesi ini digelar secara tertutup setelah Sholat Maghrib. "Tahap ketiga, konferensi pers hasil sidang isbat awal Ramadhan 1443 Hijriyah oleh menteri agama yang akan disiarkan secara langsung oleh TVRI dan media sosial Kemenag," kata Adib.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X