Laga Dijeda Demi Pemain Muslim Leicester Buka Puasa

Red: Esthi Maharani

 Rabu 28 Apr 2021 11:57 WIB

Leicester City Wesley Fofana membatalkan puasa Ramadhannya. Foto: Twitter Leicester City Wesley Fofana membatalkan puasa Ramadhannya.

Pertandingan sempat dihentikan sejenak agar Wesley Fofana bisa berbuka puasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indahnya toleransi ditunjukkan saat Crystal Palace melawan Leicester City pada Senin malam lalu. Pertandingan sempat dihentikan sejenak  untuk memberikan kesempatan bek Leicester City Wesley Fofana membatalkan puasa Ramadhannya.

"Hanya ingin berterima kasih kepada @premierleague serta @CPFC, @ vguaita13 [dan] semua Foxes karena mengizinkan saya berbuka puasa malam ini di tengah pertandingan," tulis Fofana di Twitter dilansir dari About Islam pada Rabu (28/4).

Wasit Graham Scott menghentikan permainan pada menit ke-35 saat penjaga gawang Palace Vicente Guaita menunggu untuk melakukan tendangan gawang agar Fofana minum minuman berenergi. Fofana juga diganti saat Leicester menang 3-0 atas West Brom karena manajernya Brendan Rodgers ingin memberi pemain berusia 20 tahun itu kesempatan untuk mengambil makanan.

"Saya pikir jika saya bisa menggantikannya maka dia bisa mendapatkan makanan di bangku cadangan," kata Rodgers.

Rodgers mengaku telah bekerja dengan banyak pemain dengan keyakinan berbeda-beda. Ia menganggap kepatuhan terhadap keyakinan itu justru  memberi mereka kekuatan.

"Ini luar biasa. Jika Anda memikirkan penampilannya pada akhir pekan di semifinal Piala FA, di mana dia belum makan sepanjang hari dan kemudian dia merasakan makanan pertamanya dengan 15 menit tersisa, dan kemudian sama hari ini [melawan West Brom] , dengan kick-off pukul 20.00, dia belum makan atau minum sepanjang hari dan dia masih bisa tampil di level maksimal," ujar Rodgers.

Di sisi lain, sebuah studi FIFA Medical Assessment and Research Center (F-MARC) menetapkan pemain sepak bola pria yang menjalankan puasa Ramadhan di lingkungan yang terkendali tidak menunjukkan kompromi dalam kinerja fisik dan fisiologis mereka atau penurunan kemampuan subjektif mereka. Ini menepis ketakutan dan kekhawatiran terkait Ramadhan bagi olahragawan.

Studi ini direplikasi untuk menyelidiki pemain level elit yang lebih luas. Studi lain yang diterbitkan pada Mei 2012 di jurnal ilmu olahraga menunjukkan bahwa, secara umum, puasa Ramadhan berdampak kecil pada kesehatan dan kebugaran fisik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X