Muslimah Berpuasa tapi Pertontonkan Aurat, Apa Hukumnya?

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan

 Jumat 16 Apr 2021 13:59 WIB

Cendekiawan muslim Quraish Shihab menyampaikan paparan pada pembukaan Forum Titik Temu di Jakarta, Rabu (18/9/2019). Foto: Antara/Wahyu Putro A Cendekiawan muslim Quraish Shihab menyampaikan paparan pada pembukaan Forum Titik Temu di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Meski tak membatalkan puasa, tetapi membuka aurat akan mengurangi ganjaran puasa

REPUBLIKA.CO.ID, Bulan Ramadhan adalah momentum bagi umat Islam untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya. Karena itu, di bulan suci ini umat Islam akan menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Namun, bagaimana pahala seorang muslimah yang tidak menutup auratnya?

Dalam buku “M. Quraish Shihab Menjawab” dijelaskan, membuka aurat tidak membatalkan puasa. Tapi, menurut M. Quraish, hal itu akan mengurangi ganjaran puasa. Bahkan, dikhawatirkan dia tidak memperoleh sesuatu apapun, kecuali lapar dan dahaga.

Orang yang mempertontonkan aurat di bulan Ramadhan setidaknya melakukan dua kesalahan. Pertama, melanggar larangan Allah. Kedua, menodai kehormatan Ramadhan dengan maksiat yang dia kerjakan.

Seorang Muslimah yang memamerkan auratnya juga akan menjadi sumber dosa. Setiap lelaki yang melihat dirinya juga akan turut berdosa. Karena itu, tak heran jika Nabi Saw memberikan ancaman sangat keras untuk model manusia semacam ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Dua jenis penghuni neraka yang belum pernah aku lihat. (1) Sekelompok orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi, dan dia gunakan untuk memukuli banyak orang. (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, jalan berlenggak-lenggok, kepalanya seperti punuk onta, mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan harumnya surga, padahal bau harum surga bisa dicium sejarak perjalanan yang sangat jauh.” (HR. Ahmad dan Muslim).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X