Jumat 22 May 2020 18:16 WIB

Observatorium Bosscha Amati Hilal Idul Fitri Hari Ini

Masyarakat bisa menyaksikan pengamatan hilal melalui Youtube Bosscha.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ani Nursalikah
Observatorium Bosscha Amati Hilal Idul Fitri Hari Ini. Tim Observatorium Bosscha memantau penampakan hilal di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Ilustrasi
Foto: Abdan Syakura
Observatorium Bosscha Amati Hilal Idul Fitri Hari Ini. Tim Observatorium Bosscha memantau penampakan hilal di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Observatorium Bosscha melakukan pengamatan hilal jelang Idul Fitri 1441 hijriyah sejak Jumat (22/5) hingga Sabtu (23/5). Pengamatan dilakukan tertutup untuk publik dan media akibat pandemi corona atau Covid-19.

Namun, masyarakat bisa menyaksikan melalui kanal Youtube Bosscha yang ditayangkan pukul 15.30 WIB. Peneliti Observatorium Bosscha, Yatni mengatakan kegiatan pengamatan sudah dilakukan sejak pagi dan akan langsung mengamati bulan jika kondisi cuaca yang sudah memungkinkan. Katanya, kegiatan pengamatan akan dilaksanakan pada hari ini dan Sabtu (23/5).

Baca Juga

Staf Observatorium Bosscha, Agus Triono mengatakan tiap bulan melakukan pengamatan bulan sabit muda. Pengamatan itu tiap tahun menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal Ramadhan dan Syawal bagi Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat umum. 

"Akan diselenggarakan pengamatan bulan sabit pada 22 Mei 2020 yang merupakan penanda beralihnya bulan Ramadhan ke bulan Syawal 1441 H. Pengamatan dilaksanakan di Lembang," ujarnya, Jumat (22/5).

Ia menuturkan, tim observatorium Bosscha melaksanakan pengamatan hilal di Observatorium Bosscha, Lembang pada tanggal 22-23 Mei 2020 dari pagi hari hingga bulan terbenam di ufuk Barat. Kegiatan pengamatan dilakukan untuk meneliti ambang penampakan bulan sebagai fungsi dari elongasi dan ketebalan sabit bulan.

Ia mengatakan, rukyatul hilal dilakukan pada sore hari dan deteksi sabit bulan dilakukan setelah matahari terbenam. "Sabit yang tampak setelah matahari terbenam ini disebut sebagai hilal," katanya. 

Agus mengatakan pengamatan dilakukan dengan menggunakan dua buah teleskop berukuran 106 mm dan 66 mm berjenis refraktor yang masing-masing dilengkapi detektor kamera berbasis CCD. Citra yang ditangkap oleh kamera kemudian diproses menggunakan perangkat pengolahan citra untuk meningkatkan tampilan sabit bulan.

"Kegiatan ini merupakan pengamatan internal yang hanya dihadiri oleh staf observatorium Bosscha untuk mematuhi imbauan agar tidak berkegiatan yang melibatkan banyak orang di suatu tempat," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement