Arus Mudik Antarpulau di Sultra Normal Jelang Idul Fitri

Red: Muhammad Fakhruddin

 Jumat 22 May 2020 03:50 WIB

Arus Mudik Antarpulau di Sultra Normal Jelang Idul Fitri (Ilustrasi). Foto: AMPELSA/ANTARA FOTO Arus Mudik Antarpulau di Sultra Normal Jelang Idul Fitri (Ilustrasi).

Mahasiswa yang selalu mendominasi arus mudik sudah pulang kampung lebih awal.

REPUBLIKA.CO.ID,KENDARI -- Arus mudik menggunakan jasa transportasi laut antarpulau dalam wilayah Sulawesi Tenggara menjelang perayaan Idul Fitri 1441 H berlangsung normal.

Pantauan di Pelabuhan Kapal Rakyat Kendari, Kamis malam (22/5), sejumlah kapal rakyat bertonase ratusan ton mempersiapkan pelayaran tujuan antarpulau, namun jumlah penumpangnya masih normal. Dari pelabuhan Kendari KM Agil Pratama berlayar tujuan pelabuhan Waode Buri Kabupaten Buton Utara dan Pulau Wangi Wangi, Kabupaten Wakatobi.

"Jumlah penumpang pulang kampung jelang lebaran tidak menunjukkan lonjakan meski sudah memasuki suasana arus mudik," kata Faisal (34) penumpang tujuan Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi.

Hal ini disebabkan mahasiswa yang selalu mendominasi arus mudik jelang lebaran sudah pulang kampung lebih awal menyusul kebijakan penutupan proses perkuliahan karena wabah virus corona sejak pertengahan Maret 2020.

Namun, animo calon penumpang dari Kendari tujuan Raha, Kabupaten Muna masih cukup padat dan penyelenggara jasa pelayanan kepelabuhanan Kendari menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Calon penumpang antre dan mengatur jarak menuju meja pemeriksaan suhu badan sebelum naik kapal. Keberangkatan kapal berbagai tujuan antar pulau dalam wilayah Sultra malam ini dijadwalkan pukul 21:00 Wita.

Lama pelayaran kapal pengangkut penumpang dan barang dari Kendari tujuan Pulau Wangi Wangi, Kabupaten Wakatobi sekitar 12 atau paling lama 14 jam. Kadis Perhubungan Sultra Hado Hasina mengingatkan calon penumpang taat protokol kesehatan selama perjalanan hingga tiba di kampung halaman.

"Tetap pakai masker, jaga jarak dan disiplin menjaga silaturahmi mengingat anda-anda sekalian berasal dari zona merah, Kota Kendari," kata Hado.

 

sumber : ANTARA
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X