Ayana Moon dan Adik Berpuasa, Sang Ibu Mulai Pengertian

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Ahad 17 May 2020 09:53 WIB

Ayana Moon kini berpuasa di Korea bersama adiknya yang mualaf. Foto: Republika/Thoudy Badai Ayana Moon kini berpuasa di Korea bersama adiknya yang mualaf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selebgram dan model asal Korea, Ayana Jihye Moon, mengaku puasa tahun ini berbeda dibandingkan puasa tahun sebelumnya. Puasa tahun ini harus dijalani di tengah pandemi Covid-19.

“Ramadhan tahun ini memang susah dibanding Ramadhan tahun lalu. Tapi di Korea sudah aman dari virus corona, jadi kami bisa jalan-jalan keluar, bisa makan di luar, bisa ketemu teman-teman. Alhamdulillah,” ujarnya dalam acara konferensi pers virtual yang dihelat Pocari Sweat #RamadhanMenjaga, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Ayana mengaku sangat senang menjalani puasa tahun ini. Terlebih, adiknya, Aydin Seongwook Moon, yang tahun lalu resmi menjadi mualaf bisa berpuasa bersama dengannya.

“Tahun ini sangat spesial untuk saya, karena bisa berpuasa dengan adik saya, sangat berbeda untuk saya. Karena kalau sendiri, saya sendirian. Kalau ada adik lebih bagus, dia bantu saya, saya juga bisa bantu dia, kami bisa mengaji bersama, bisa belajar bersama, ini sangat berbeda. Sebelumnya di rumah hanya saya yang berpuasa, tahun ini saya berdua adik saya,” ujarnya.

Ayana dan adiknya kini berpuasa, ibunya pun menjadi lebih pengertian. Ayana mengungkapkan, dulu ibunya makan di depannya saat ia berpuasa.

“Jadi ibu makan di luar rumah,” ujarnya.

Saat puasa, Ayana berusaha menjaga asupan nutrisi dan cairan. Ia menghindari konsumsi junk food. Namun, ia akan makan apa yang sedang diinginkan dengan catatan makan itu harus sehat. Terkadang ia mengonsumsi makanan Indonesia. Mulai dari ceker, bubur ayam, cumi cabai hijau, dan ayam penyet.

Untuk minuman, Ayana mengonsumsi minuman isotokin saat sahur dan berbuka. Menurutnya, menjaga cairan dalam tubuh sangat penting.

Saat sahur, Ayana berusaha mencukupi kebutuhan cairan agar puasa berjalan lancar. Saat berbuka, ia pun turut memenuhi asupan cairan tubuhnya untuk mengembalikan cairna tubuh yang hilang.

Dulu kalau sahur atau buka, Ayana suka mengonsumsi soda, namun perutnya langsung tidak enak, seperti tidak bisa dicerna. Sementara itu, saat minum isotonik, ia merasa perutnya nyaman.

"Minum isotonik membantu menjaga cairan tubuh dan sehat, dibanding minum soda atau jus," kata Ayana.

Terpopuler