Baznas Terima Zakat Presiden dan Wapres

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

 Selasa 12 May 2020 19:19 WIB

Baznas Terima Zakat Presiden dan Wapres . Foto: Ilustrasi Zakat Fitrah Foto: dok. Republika Baznas Terima Zakat Presiden dan Wapres . Foto: Ilustrasi Zakat...

Penyerahan zakat presiden dan wapres ke Baznas dilakukan secara online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden, wakil presiden (Wapres), para menteri dan pejabat pemerintah Republik Indonesia telah menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada Selasa (12/5). Penyerahan zakat ini telah rutin diselenggarakan di Istana Presiden secara langsung, tapi karena sekarang terjadi pandemi virus corona atau Covid-19 maka dilaksanakan secara daring.

"Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan kembali acara tahunan yang telah dirintis oleh presiden sejak Ramadhan tahun 2016, di mana presiden dan pemimpin di tingkat pusat menunaikan zakat di bulan Ramadhan melalui Baznas," kata Ketua Baznas, Bambang Sudibyo saat acara penyerahan zakat presiden dan wapres secara daring, Selasa (12/5).

Baca Juga

Bambang mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk keteladanan pemimpin Muslim dalam menunaikan kewajiban zakatnya. Namun kegiatan yang rutin diselenggarakan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena sekarang ada pendemi Covid-19.

Maka acara rutin menunaikan zakat di Istana Presiden sekarang dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. Kegiatan ini juga diikuti oleh para menteri, pejabat eselon I Kementerian Agama, direksi dan komisaris BUMN serta yang lainnya. 

"Penyaluran zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS dan DSKL) di Baznas pusat sengaja difokuskan untuk membantu mustahik yang terdampak Covid-19, baik dari sisi kesehatan maupun ekonominya," ujarnya.

Bambang menerangkan, selama pandemi Covid-19, mustahik darurat kesehatan memperoleh porsi 72 persen dari total ZIS dan DSKL. Mustahik darurat ekonomi memperoleh 25 persen dari total ZIS dan DSKL. Sementara program-program Baznas yang sudah ada sebelum pandemi Covid-19 memperoleh alokasi 3 persen dari ZIS dan DSKL.

Presiden Joko Widodo, Wapres Ma'ruf Amin dan para menteri serta pejabat pemerintah lainnya telah menunaikan zakat secara daring dan diterima oleh Baznas. Baznas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepala negara beserta jajarannya yang memberikan teladan kepada rakyat Indonesia khususnya Muslim untuk membayarkan zakat lebih awal. Mengingat di tengah pandemi Covid-19 banyak yang membutuhkan pertolongan.

 

Wakil Ketua Baznas, Zainulbahar Noor menyampaikan, penyerahan zakat presiden, Wapres dan para menteri serta pejabat pemerintah sudah rutin dilaksanakan di Istana Presiden. "Zakat yang kita terima yang biasanya jumlahnya cukup baik pada setiap kali acara penyerahan zakat ini, ini akan kita salurkan kepada mustahik tentu mustahik yang dimaksud adalah mereka yang terdampak Covid-19," ujarnya.

Ia mengungkapkan, Baznas sangat bangga dengan tenaga medis di Indonesia yang membantu mengobati pasien Covid-19. Baznas juga berduka cita karena sudah cukup banyak tenaga medis yang meninggal dunia karena pandemi Covid-19.

Baznas juga bersyukur karena penghimpunan zakat dalam kondisi pandemi Covid-19 bisa dikatakan tidak menurun. Ia menegaskan, sebenarnya ini adalah waktu untuk menunjukan kepada dunia bahwa zakat benar-benar berfungsi membantu mereka yang membutuhkan pertolongan.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik menambahkan, program-program Baznas telah melakukan adaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19. Baznas membuat program penyaluran khusus untuk pandemi Covid-19. Serta membuat program pengamanan program-program Baznas yang sebelumnya telah berjalan.

Baznas adalah badan yang sangat penting, fundamental dan memiliki implikasi yang luar biasa terhadap bidang sosial serta ekonomi. Potensi zakat sangat besar maka mari bersama-sama mengoptimalkan potensi zakat ini. "Agar tujuan pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa kita raih dengan baik," jelasnya.

Berita Lainnya