Covid-19 Buat Ramadhan Tahun Ini Jadi Berbeda (1)

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nora Azizah

 Kamis 23 Apr 2020 13:58 WIB

Ramadhan kali ini tampaknya akan berbeda dari tahun sebelumnya karena corona (Foto: ilustrasi menyiapkan buka puasa) Foto: Wikimedia Ramadhan kali ini tampaknya akan berbeda dari tahun sebelumnya karena corona (Foto: ilustrasi menyiapkan buka puasa)

Ramadhan kali ini tampaknya akan berbeda dari tahun sebelumnya karena corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Ramadhan adalah bulan yang diberkahi dalam Islam. Sebab di bulan ke-9 dalam kalender Hijriah ini, umat Islam menjalankan kewajiban puasa selama satu bulan penuh. Umat Muslim begitu bersuka cita menyambut Ramadhan. Menjelang Ramadhan, biasanya pasar dan pusat perbelanjaan mulai dipenuhi mereka yang hendak berbelanja makanan atau pun kebutuhan lainnya.

Mengutip dari laman middleeasteye, Kamis (23/4), di Timur Tengah, misalnya, tradisi untuk menghiasi jalanan dengan lentera yang meriah dan lampu warna-warni meramaikan momen begitu memasuki Ramadhan. Tak ketinggalan, penduduk juga kerap menghiasi rumah mereka dengan ornamen untuk menandai awal bulan, beberapa ornamen berbentuk bulan sabit dan bintang.

Baca Juga

Namun, Ramadhan kali ini tampaknya akan berbeda dari tahun sebelumnya. Beberapa pekan menjelang Ramadhan, masyarakat dunia, termasuk Muslim, tengah dihadapkan pada wabah virus corona.

Karena itu, umat Muslim tampaknya akan menjalani nuansa Ramadhan yang berbeda dari sedia kala. Apalagi, tahun ini pemerintah di beberapa negara, termasuk Arab Saudi, memberlakukan jam malam dan lockdown (karantina) untuk mencegah penyebaran virus corona. Jam buka toko-toko juga dikurangi selama wabah ini. Di Mesir, misalnya, pemerintah telah memberlakukan jam malam dari pukul 19.00 hingga pukul 06.00.

Wabah juga telah memukul bisnis dan usaha kelas menengah khususnya. Ramadhan biasanya menjadi berkah bagi para pedagang, terutama makanan identik dengan bulan suci itu seperti kurma.

Akibat kebijakan pembatasan sosial dan lockdown itu, banyak toko-toko yang kerap kehabisan barang kebutuhan pokok. Sejumlah pemilik toko juga menjatah jumlah produk yang dapat dibeli oleh setiap pelanggan. Dengan demikian, berbelanja di tengah wabah seperti ini menjadi sulit, khususnya bagi Muslim yang akan menjalani Ramadhan.

Wabah virus corona juga setidaknya akan berpengaruh terhadap tradisi yang biasanya dijalankan selama Ramadhan. Biasanya, banyak komunitas sahur yang terbentuk selama bulan suci ini. Di sebagian negara-negara Muslim, termasuk Indonesia, biasanya ada komunitas yang kerap berkeliling kampung untuk membangunkan sahur.

photo
Asupan gizi selama puasa bisa dipenuhi saat sahur dan berbuka (Foto: ilustrasi buka puasa Ramadhan) - (Pexels)
Di Timur Tengah, orang dengan membawa gendang pemukul untuk membangunkan sahur disebut musaharati. Namun tahun ini, tampaknya suara itu bisa ditiadakan karena mematuhi peraturan tentang lockdown.

Selama berpuasa, Muslim juga biasanya tetap menjalankan rutinitas hariannya seperti bekerja dan bersekolah. Namun, pandemi virus corona telah memaksa sekolah-sekolah diliburkan dan menggantinya dengan belajar di rumah. Kantor-kantor juga menetapkan pegawainya bekerja di rumah. Mungkin ini bisa menjadi tambahan waktu luang untuk mengganti waktu tidur yang kurang di malam hari.

Tradisi lain yang akan terpengaruh karena wabah ini adalah berbuka puasa bersama. Selama Ramadhan, biasanya hari-hari dipenuhi dengan jadwal berbuka puasa bersama kerabat atau teman. Berbuka puasa atau disebut Iftar, dalam bahasa Arab, adalah momen yang dinanti-nantikan saat Ramadhan. Karena selain waktunya menikmati hidangan berbuka setelah seharian berpuasa, Iftar biasanya menjadi momen berkumpul bersama keluarga dan kerabat.

Bahkan, organisasi atau lembaga amal kerap mendirikan tenda-tenda besar untuk mengadakan buka puasa gratis bagi orang-orang yang kurang mampu dan terbuka untuk semua orang. Namun, wabah virus corona memaksa orang-orang untuk melakukan pembatasan sosial. Sehingga, akan sulit atau bahkan mungkin tidak ada momen buka puasa bersama keluarga yang lebih besar pada Ramadhan tahun ini.

Untuk mengatasi rintangan dari pembatasan sosial ini, beberapa organisasi dan masjid telah membuat webinar daring dan konferensi video. Salah satu contohnya adalah Proyek Tenda Ramadhan Inggris, yang biasanya menyelenggarakan buka puasa terbuka setiap Ramadhan. Tahun ini, Proyek Tenda Ramadhan Inggris itu akan menyelenggarakan webinar daring untuk menjawab pertanyaan seputar agama dan memberikan saran tentang cara mendapatkan manfaat dari bulan suci Ramadhan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X