7 Imbauan Dewan Masjid Indonesia Sambut Ramadhan

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

 Kamis 23 Apr 2020 11:01 WIB

Dewan Masjid Indonesia mengimbau untuk tetap beribadah di rumah. Logo Dewan Masjid Indonesia Dewan Masjid Indonesia mengimbau untuk tetap beribadah di rumah. Logo Dewan Masjid Indonesia

Dewan Masjid Indonesia mengimbau untuk tetap beribadah di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan tujuh poin tarhib (seruan) Ramadhan, Kamis (23/4). 

Salah satu poin yang ditekankan adalah kondisi Ramadhan kali ini yang berbeda akibat pandemi corona (Covid-19). 

Baca Juga

Berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (23/4), Ketua DMI Jusuf Kalla secara langsung menandatangani Tarhib Ramadhan tersebut. Dalam penyampaiannya, dia menyatakan tujuh poin. 

Pertama, DMI menyerukan kepada seluruh umat beragama pada umumnya dan umat Islam pada khususnya untuk secara bersama menghormati hadirnya bulan suci Ramadhan. "Sebab bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan suci dalam Islam," kata Jusuf Kalla. 

Kedua, khususnya kepada seluruh umat Islam, dia mengimbau senantiasa menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan khusyuk dan hikmat sehingga mencapai tingkat muttaqin. Yakni orang yang terbaik di sisi Allah SWT.  

Ketiga, karena Ramadhan tahun 2020 ini umat Muslim dihadapkan dengan bahaya wabah Covid-19, sehingga dikondisikan untuk menegakkan prinsip menhindarkan persentuhan dengan orang lain. 

Tak lupa, umat Muslim juga diimbau untuk menjauhkan kebiasaan bertemu sampai meniadakan pola berkumpul bersama (jamaah) dalam berbagai bentuk dan forum. 

"Maka marilah tarawih, tadarus, dan tausiah Ramadhan dilaksanakan dan dalam lingkup keluarga di tempat tinggal masing-masing," ungkapnya.  

Keempat, meski menegakkan prinsip pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kata dia, umat Islam senantiasa diimbau untuk memperkuat rasa persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah),  persaudaraan sesama manusia (ukhuwah basyariyah), dan persaudaraan nasional (ukhuwah wathaniyah). Hal itu agar Ramadhan kali ini dapat melahirkan suasana harmoni sosial, keberagamaan, dan mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Kelima, DMI menururnya juga menyatakan keprihatinan dan turut berduka atas meninggalnya para petugas medis yang menanggani pasien dengan pengawasan (PDP)  dan orang dalam pemantauan (ODP) akibat Covid-19. 

Keenam, dia menyerukan agar para DKM atau Takmir Masjid di seluruh Indonesia tetap menghadirkan kesyahduan dan kekhidmatan suara Masjid di tengah suasana Ramadhan ini.  

"Bisa melalui loud speaker termasuk seruan mencerahkan untuk mewujudkan kebersihan dan kesehatan lingkungan," katanya. 

Ketujuh, DMI menyerukan agar umat Muslim dapat meneladani Nabi Muhammad SAW. Serta para DKM dan takmir agar menyiapkan Masjid untuk menghimpun, mendistribusi zakat mal, infak, dan sedekah (ZIS) dan zakat fitrah bahkan menafkahkan sebagian cadangan kasnya bagi masjid yang memiliki kelebihan untuk bantuan sosial dalam rangka memaksimalkan dan memakmurkan masyarakat.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X