Manfaat Madu (2-Habis)

Rep: Nashih Nashrullah/ Red: Muhammad Hafil

Jumat 17 Apr 2020 14:36 WIB

Manfaat Madu. Foto: Madu (Ilustrasi) Foto: corbis Manfaat Madu. Foto: Madu (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasulullah SAW begitu yakin madu akan mengatasi berbagai penyakit. Keyakinan Rasulullah SAW bahwa madu mengandung obat bagi manusia karena telah difirmankan Allah SWT dalam Alquran, sampai-sampai Allah membuat satu surat dalam kitab suci Alquran yang mengambil nama an-nahl (lebah) yang kemudian memproduksi madu.

Tujuannya agar manusia dapat mengetahui hikmah dan tanda-tandas kekuasaan Allah di balik penciptaan lebah, agar manusia juga mengetahui betapa lebah yang kecil dapat memroduksi madu yang didalamnya terkandung obat untuk berbagai macam penyakit.

Baca Juga

Prof dr Sa'id Hamad, dalam bukunya berjudul “Terapi Madu” tak hanya bertutur dari sisi Alquran dan hadits Rasulullah SAW mengenai kehebatan yang dimiliki madu sebagai obat. Ilmu pengetahuan modern menetapkan salah satu manfaat madu adalah karena dia mengandung enzim gandum yang dapat mengubah anomia menjadi zat gula yang dapat merangsang dan memperkuat lambung.

Madu juga dinyatakan sebagai bahan yang dapat memperkuat jantung, karena glukosa jelas bermanfaat bagi kesehatan otot jantung. Madu dapat menggantikan zat-zat yang hilang disebabkan kerja jantung yang tidak pernah berhenti dan madu dapat menjadikannya lebih kuat dan awet. Madu juga dianggap sebagai zat antibiotik yang mampu membunuh bakteri dan kuman.

Bila Rasulullah SAW amat yakin dengan kemampuan yang dimiliki madu sebagai obat, bagaimana dengan kita sebagai umatnya? Tentu harus tumbuh pula keyakinan yang sama, karena tak mungkin Allah sampai menciptakan sebuah surah an-Nahl (lebah) dalam Alquran jika ternyata madu yang merupakan produksi dari lebah tak memiliki manfaat apa-apa.

Maka, siapa saja yang hidupnya ingin sehat, biasakanlah mengonsumsi madu seperti sabda Rasulullah SAW, ''Barangsiapa yang minum madu tiga tegukan dalam setiap bulan, dia tidak akan terkena bala' yang besar.'' (hadits Ibnu Majah).

 

Terpopuler