Keajaiban Puasa

Red: Elba Damhuri

 Sabtu 11 Apr 2020 13:47 WIB

Puasa Ramadhan segera tiba dan sejak zaman dulu puasa terbukti mampu menjaga kesehatan dan imunitas tubuh. Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Puasa Ramadhan segera tiba dan sejak zaman dulu puasa terbukti mampu menjaga kesehatan dan imunitas tubuh. Ilustrasi Ramadhan

Hipocrates mengakui puasa membantu meningkatkan kesehatan dan imunitas tubuh

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Sofiah Balfas*

Bagaimana Puasa Membantu Menyelesaikan Masalah Kesehatan

Sudah lama sekali saya ingin menulis tulisan ini untuk bisa  membagi pengalaman saya mendapatkan hal yang sangat luar biasa setelah melakukan puasa Daud. Tujuan utama saya melakukannya ibadah yang mulia ini adalah karena ingin lebih dekat dengan Allah. 

Sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa saya memiliki kondisi kesehatan di mana nilai hemoglobin saya selalu di bawah 10, beberapa kelainan di sel darah merah yang disertai demam dan kondisi lainnya. Kondisi ini saya alami selama 15 tahun.

Sebelum melaksanakan puasa Daud, saya dan suami sudah melakukan puasa Senin dan Kamis secara rutin selama lebih dari 5 tahun.  Alhamdulillah banyak sekali yang Allah hadiahkan kepada kami dari puasa Senin Kamis ini. Selain lebih dekat dengan Allah, saya lebih dapat mengontrol emosi dan juga Alhamdulillah banyak keuntungan bagi kesehatan. 

Gula darah suami saya kembali normal (awalnya indeks glikemik selalu diatas 10, sekarang di angka 5,7-6,5 dan kolesterol (LDL dan trigliserida)) juga normal tanpa obat-obatan lagi. 

Setiap di penghujung Ramadhan, suami saya selalu mengajak saya untuk meningkatkan puasa Senin dan Kamis yang kami lakukan menjadi puasa Daud setelah Lebaran. Tapi lama baru terlaksana karena saya takut tidak mampu dengan aktivitas pekerjaan saya yang cukup banyak.  

Pada September 2018, saya mulai melakukan puasa Daud, walaupun awalnya dilarang oleh dokter saya karena Hemoglobin saya pada saat itu sangat rendah. 

Dokter di Indonesia maupun di luar negeri sudah melakukan treatment yang cukup panjang untuk persoalan Hemoglobin saya ini tapi tetap saja tidak ada hasil. 

Untuk memastikan kondisi saya aman-aman saja dan Hemoglobin saya tidak memburuk, saya melakukan tes darah setelah 4 bulan melakukan puasa Daud. 

Masya Allah hasilnya membuat saya dan suami kaget luar biasa, menangis sambil bersyukur, hasilnya di luar dugaan. Maha Besar Allah, Hemoglobin saya normal dan kelainan sel darah merah juga normal. 

Saya lakukan tes itu kembali setiap empat bulan dan hasilnya Alhamdulillah semua normal, dokter di luar negeri pun menyatakan kondisi saya sangat prima sekarang. 

Lalu bagaimana cara Allah menormalkan Hemoglobin dan sel darah merah saya?  Allahu Akbar, maha besar Allah, sulit bagi saya  mencari jawabannya pada saat itu. Setelah membaca tulisan ini sampai akhir, Insya Allah pembaca bisa menemukan jawabannya sendiri. 

Dari sini saya  terus mempelajari apa yang terjadi saat tubuh berpuasa, agar saya bisa mengajak banyak orang untuk melakukan puasa lebih sering. 

Pengalaman saya, sulit sekali mengajak orang berpuasa dengan hanya menjanjikan pahala dan rahmat Allah. Tapi jika ada manfaat langsung ke diri mereka, biasanya langsung tertarik. 

Banyak sekali orang yang membayangkan berat sekali saat berpuasa, ini juga yang saya pikirkan sebelum memulainya.

Walaupun saya bukan pemuka agama dan juga bukan dokter, tapi saya ingin menyampaikan kepada saudara semua soal ajaibnya puasa dari apa yang saya alami dan beberapa literatur yang saya baca. 

Puasa dalam Al-Quran dan hadist

Di dalam QS Al Baqarah ayat 184 : “... Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”

Hadist riwayat Imam Nasai dari sahabat Abu Umamah: "Wahai Rasulullah perintahkan satu amalan, yang dengan amalan tersebut saya mendapat banyak manfaat." 

Kemudian Rasulullah saw menjawab: "Tidak ada satu amalpun yang setara dengan puasa."

Seorang dokter pada zaman Rasulullah yang bernama Haris bin Kaidah mengatakan lambung adalah rumah penyakit dan puasa adalah pangkal segala obat.

Tahukah Anda kalau binatang pun berpuasa?

Ternyata anjing dan kucing berpuasa ketika sedang sakit. Jangan pernah memaksa kucing makan ketika mereka sedang sakit karena hanya akan memperlambat sakit si kucing dan menghambat penyembuhan alami.  

Menurut Dr Jason Fung, dokter ahli ginjal di Kanada, yang mengarang banyak buku mengenai puasa dan diabetes, mengatakan: “The powerful natural of healing solution is FASTING”, jadi puasa adalah cara terbaik untuk penyembuhan alami. 

Menurut beliau, puasa bukanlah kelaparan tapi keikhlasan dalam menahan keinginan untuk makan. Kata ikhlas ini menjadi sangat menentukan untuk mendapatkan hasil yang optimal.  Selanjutnya Fung mengatakan: "Kalau melihat sejarah, kita bisa melihat sejak zaman dulu orang berpuasa." 

Hipocrates, bapak dari kedokteran modern mengatakan, "Makanan harus menjadi obat bagi kita. (our food should be our medicine), kalau tidak, maka obat akan menjadi makanan buat kita." 

Lebih tegas Hipocrates mengatakan, "Makan ketika sakit, sama saja dengan memberi makan pada penyakit itu sendiri." 

Kebiasaan kita ketika sakit (seperti flu, batuk) untuk menambah porsi atau kualitas makan kita, padahal tubuh kita di-design oleh penciptanya untuk puasa, tubuh akan menyimpan makanan dan mengeluarkan pada saat dibutuhkan. Tidak hanya manusia, juga terjadi pada semua binatang.  

Benjamin Franklin mengatakan, "Obat yang terbaik adalah istirahat dan puasa." Istirahat artinya bebas dari stres dan relaksasi. Puasa didisain untuk membersihkan sistem dan purifikasi tubuh.  Benjamin Franklin dengan tegas menyatakan, "Yang terbaik untuk penyembuhan adalah bukan obat-obatan ataupun operasi tapi PUASA."  Mahatma Gandhi menyatakan, "Puasa dapat membersihkan tubuh, pikiran dan jiwa." 

Dalam Islam diyakini bahwa puasa adalah sesuatu yang sangat agung. Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa puasa itu menghantarkan kita kepada pintu surga. Selama bulan Ramadhan, Muslim berpuasa selama sebulan penuh.   

Puasa bukan sesuatu yang membahayakan tetapi sesuatu yang memberikan banyak manfaat. Coba anda perhatikan selama bulan Ramadhan, pasien yang dirawat di rumah sakit selalu menurun jumlahnya, ini membuktikan bahwa puasa menyehatkan. 

Ada beberapa riwayat yang mengatakan Rasulullah sering berpuasa pada saat perang dan memenangkan peperangan. Ini saya alami sendiri, saya rutin melakukan olah raga yang cukup berat sebanyak 2 kali seminggu, ternyata di hari berpuasa, saya bisa melakukannya jauh lebih baik daripada di saat tidak berpuasa, padahal sebelum latihan, guru saya selalu tanya: “sudah makan?”, karena khawatir saya akan lemas ketika latihan kalau belum makan, itulah pemikiran orang  pada umumnya, termasuk saya juga  berpikir seperti itu sebelum banyak melakukan berpuasa.

Dari ilmu pengetahuan, diketahui puasa mempunyai banyak manfaat:  

Mengontrol kadar gula darah.

Menurunkan berat badan

Menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida.

Meningkatkan kesehatan mental,

Meningkatkan imunitas tubuh

Membuang racun dalam tubuh.

Meningkatkan fungsi otak.

Membuat awet muda.

Fasting Clinic 

Begitu hebatnya puasa, ternyata di Jerman ada klinik yang  mengobati pasiennya dengan berpuasa. Klinik ini bernama The Buchinger Therapeutic Fasting dan didirikan tahun 1920, tepat 100 tahun lalu oleh Dr Otto Buchinger.  

Dr Françoise Wilhelmi, direktur Research and Medicine Klinik Buchinger dalam presentasinya  menyampaikan sejak 1989, Dr Heinz Fahrner sudah menjelaskan puasa adalah stimulator yang paling kuat terhadap mekanisme penyembuhan diri sendiri pada tubuh dan jiwa sesorang.  

Sudah ribuan orang mengikuti program puasa di klinik ini dan memberikan hasil yang sangat signifikan.

Di Rusia juga ada klinik dengan terapi puasa yang didirikan tahun 1995.  Klinik ini berada di Goryachinsk, lokasi yang mempunyai pemandangan yang sangat cantik.  

Lebih dari 10,000 orang sudah mendapatkan manfaatnya. Klinik ini mempunyai moto: “Fast and your body will thank you".

Autophagy, Efek Puasa Terhadap Sel Tubuh

Terakhir saya ingin menyampaikan sesuatu yang sangat mengagumkan yang bisa anda dapatkan ketika anda berpuasa, yaitu AUTOPHAGY. Hadiah Nobel Fisiologi dan Kedokteran diberikan kepada ilmuwan asal Jepang, Yoshinori Ohsumi  pada tahun 2016, yang menemukan mekanisme authophagy. 

Autophagy adalah mekanisme pembongkaran bagian-bagian sel yang sudah  tua/rusak yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup energi untuk mempertahankannya. 

Authophagy sangat penting bagi kelangsungan hidup sel dan menjaga sel tetap sehat. 

Tanpa authophagy, sel-sel tubuh manusia tidak akan bertahan, karena banyaknya sampah tubuh yang akan menumpuk sehingga menganggu fungsi sel dalam tubuh sehingga imunitas menurun dan timbul berbagai penyakit, termasuk penuaan dini.  

Berbagai riset membuktikan bahwa Autophagy berperan dalam menekan sel tumor. Selain itu autophagy merupakan respons pertahanan sel dari serbuan virus virus dan bakteri ketika terjadi infeksi. Uniknya Autophagy tidak terjadi ketika sel kenyang karena banyaknya pasokan nutrien, melainkan ketika ia kelaparan. 

Jadi proses autophagy terjadi hanya saat kita berpuasa. Ketika seseorang makan, hormon insulin yang mengatur metabolisme karbohidrat dalam tubuh akan meningkat, sementara glukagon menurun. 

Ketika ia berpuasa, terjadi sebaliknya, insulin menurun, sementara glukagon meningkat, peningkatan glukagon inilah yang menstimulasi proses Autophagy. 

Apa yang bisa menghentikan proses Authophagy? Makan. Karena gula dan protein yang berlebihan membuat pembersihan diri terhambat. Hal ini terbukti pada tubuh penderita penyakit Alzheimer dan Kanker.

Pola makan selama berpuasa menentukan manfaat dari puasa itu sendiri.

Mungkin ada orang yang merasa sudah berpuasa tapi tidak mendapatkan banyak manfaat terhadap kesehatannya.  Bahkan dari satu kajian  selama bulan Ramadhan, didapatkan  bahwa puasa menyebabkan peningkatan kadar gula, trigliserida, penurunan HDL sehingga hal ini menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. 

Mengapa ini bisa terjadi? Dari pengalaman saya, jawabannya  adalah: coba lihat apa yang anda makan waktu berbuka dan berapa banyak? Jangan jadikan waktu shaur dan berbuka puasa menjadi  kebiasaan “balas dendam”.   

Puasa bisa diibaratkan kita membersihkan rumah kita, agar tetap bersih, anda harus mengatur makanan yang anda makanan ketika berbuka dan shaur.  

Jika anda berbuka dengan makanan yang tinggi lemak, tinggi gula dan kalori, berarti  setelah berbuka anda segera mengotori  tubuh anda.  

Makanan tinggi kalori seperti makanan tinggi karbohidrat dan gula akan  menghambat proses autophagy dan juga membuat anda banyak bermalas malasan selama puasa.  Saya biasakan banyak minum air  putih, kurma beberapa butir dan buah segar ketika berbuka.  Asupan protein yang sehat tetap saya prioritaskan.  

Yang tidak kalah penting tetaplah   berolah raga, hal inj bisa anda lakukan di sore hari sehingga anda akan tetap segar setelah berbuka puasa dan dari penelitian dodapatkan olahraga selama berpuasa dapat meningkatkan antioksidan.

Sekarang kita bisa tahu dan mengerti penggalan makna surat Al Baqarah ayat 184:  “Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

Semoga tulisan saya ini menginspirasi banyak orang untuk berpuasa. Apalagi di saat ini semua orang memburu semua vitamin atau obat-obatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, kita lupa kalau  Allah yang menciptakan kita sudah menyiapkan proses meningkatkan daya tahan tubuh dan self-healing untuk kita, maha besar Allah.

*Penulis adalah Direktur Operasional PT Bukaka Teknik Utama

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X