Cerita Pemudik Kereta Berwisata di Jakarta

Red: Friska Yolanda

Selasa 11 Jun 2019 08:34 WIB

Suasana di stasiun Pasar Senen, Senen, Jakarta Pusat, Senin (10/6) siang. Foto: Republika/Haura Hafizhah Suasana di stasiun Pasar Senen, Senen, Jakarta Pusat, Senin (10/6) siang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lautan manusia yang membawa tas, koper dan kardus itu berkumpul di ruang tunggu keberangkatan Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Beberapa di antara mereka berpelukan sesaat dan mengucap salam.

Pada hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran 2019, Senin (10/6), ribuan orang masih terlihat memadati stasiun tersebut. Mereka adalah para pemudik pengguna moda transportasi kereta api usai berwisata di Jakarta, lalu berencana pulang ke kota asal.

Baca Juga

"Ini perjalanan mudik lima tahunan. Kami datang ke Jakarta pada 3 Juni. Sekarang balik karena besok harus kembali masuk kerja," kata Budi Setio, pemudik asal Jawa Timur saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Saat itu, Budi hendak pulang ke rumahnya di Surabaya dengan menggunakan KA Gaya Baru Malam Selatan, setelah sebelumnya bersilaturahmi dengan sanak keluarga sekaligus liburan selama sepekan di Jakarta. Kereta api yang dia tumpangi bersama 15 anggota keluarganya itu berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 10.15 WIB, Senin, dan diperkirakan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (11/6).

photo
Sejumlah pengunjung saat berwisata di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (7/6).

"Tiket kereta api hanya Rp 104.000 per orang. Jika naik bus biayanya mencapai Rp 450.000 dan pesawat Rp 800.000 per orang, ini terbilang mahal bagi kami yang pergi bersama keluarga besar," ujar Budi yang bekerja sebagai karyawan pabrik sepatu.

Bagi banyak pemudik, Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia menjadi magnet berwisata karena menyajikan banyak wahana hiburan dan rekreasi. Selama berada di Jakarta, Budi menyempatkan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata, seperti Lubang Buaya, Taman Mini, Kebun Raya hingga Puncak Bogor. Beberapa buah tangan seperti dodol betawi hingga pakaian yang dibeli di Pasar Tanah Abang memenuhi tas dan koper.

"Untuk tiba ke sini (stasiun) mesti diangkut tiga mobil, dua mobil untuk penumpang dan satu mobil khusus barang-barang," ujar Budi.

Penumpang kereta api lainnya, Nel Pattiasina menuturkan telah berada di Jakarta sejak 30 Mei 2019. Dia yang masih berstatus mahasiswi di Semarang, Jawa Tengah itu mengaku tak sempat mudik ke rumahnya di Ambon, Maluku karena harga tiket pesawat mahal.

"Tiket pesawat pulang ke Ambon mahal, jadi pilih liburan ke Jakarta karena kebetulan ada keluarga juga di sini," ujarnya lagi.

Harga tiket pesawat dari Semarang ke Ambon hampir mencapai Rp 3 juta untuk sekali penerbangan. Adapun biaya tiket kereta api dari Semarang ke Jakarta hanya Rp 115.000 untuk sekali berangkat.

photo
Pengunjung bermain air di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Kamis (6/6).

Suasana Jakarta yang padat kendaraan dan sulit mencari lahan parkir membuatnya tak sempat berkunjung ke banyak tempat.

Selama 12 hari berada di Jakarta, Nel berwisata mengunjungi sejumlah destinasi seperti Monas, Ancol, dan beberapa pusat perbelanjaan. Dia membeli sepatu dan beberapa lembar pakaian.

"Saya baru pertama kali datang ke Jakarta, jadi lebih banyak main ke mal-mal cari sepatu dan baju," ujarnya pula.

Adapun Supriadi, pemudik asal Purworejo, Jawa Tengah telah berada di Jakarta selama sepekan. Dia bersama istri dan dua anaknya mengunjungi sanak keluarga di Jakarta sekaligus liburan.

"Ambil cuti kerja agar bisa mengunjungi keluarga, lalu jalan-jalan sebentar di Jakarta," katanya pula.

Terpopuler