KAI Angkut 4,6 Juta Penumpang Selama Lebaran 2019

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Senin 10 Jun 2019 21:46 WIB

Arus balik penumpang Kereta Api Kutojaya Selatan tiba di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Sabtu (8/6). Foto: Abdan Syakura Arus balik penumpang Kereta Api Kutojaya Selatan tiba di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Sabtu (8/6).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro mengatakan selama masa angkutan Lebaran hingga Senin KAI telah mengangkut lebih dari 4,6 juta penumpang dan data itu akan terus meningkat.

"Sampai pagi tadi (Senin, 10/6) yang terangkut sudah 4,6 juta penumpang," kata Edi di Cirebon, Senin (10/6). Menurutnya jumlah tersebut akan terus meningkat, karena masa angkutan Lebaran 2019 untuk KAI yaitu selama 22 hari yakni dari 26 Mei 2019 (H-10) hingga 16 Juni 2019 (H+10).

Baca Juga

Dia menjelaskan KAI sendiri selama masa angkutan Lebaran telah menargetkan bisa mengangkut sebanyak 6,4 juta pengguna jasa. "Ini kan masih jalan, prediksi kita selama masa angkutan Lebaran itu 6,4 juta totalnya," tutur Edi.

Menurut Edi prediksi puncak arus balik yaitu pada Ahad (9/6) kemarin, akan tetapi sampai hari Senin (10/6) pengguna jasa masa terus tinggi. Baik untuk mudik atau kereta yang arah ke Jawa, maupun balik yaitu kereta arah Jakarta masih tinggi dan ini tentu menjadi perhatian tersendiri bagi jajaran KAI.

"Prediksi puncak kemarin hari Minggu ternyata penumpang terus tinggi sampai hari ini di semua Daop," katanya.

Sementara untuk prediksi peningkatan penumpang Lebaran tahun 2019 ini yaitu 4 persen dibandingkan Lebaran 2018. Namun untuk di kereta itu kata Edi mempunyai istilah penumpang dinamis.

"Yaitu kereta dari Jakarta menuju Semarang ada yang turun di Cirebon, terus ada yang naik lagi dari Cirebon ke Semarang. Dan kalau dilihat dari jumlah penumpangnya secara dinamis itu naik 9 persen," lanjut Edi.

Terpopuler