Valume Kendaraan Melalui Nagreg Turun Dibanding 2018

Red: Endro Yuwanto

Senin 03 Jun 2019 22:56 WIB

Arus lalu lintas mudik kendaraan roda dua dan empat di Cileunyi hingga Cikaledong, Nagreg terpantau ramai lancar pada H-2 jelang Lebaran 1440 hijriah, Senin (3/6). Sempat terjadi kepadatan kendaraan di jalur Cikaledong menuju Limbangan Garut namun cepat terurai dan tidak menyebabkan kemacetan parah. Foto: Republika/M Fauzi Ridwan Arus lalu lintas mudik kendaraan roda dua dan empat di Cileunyi hingga Cikaledong, Nagreg terpantau ramai lancar pada H-2 jelang Lebaran 1440 hijriah, Senin (3/6). Sempat terjadi kepadatan kendaraan di jalur Cikaledong menuju Limbangan Garut namun cepat terurai dan tidak menyebabkan kemacetan parah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sejak sepekan menjelang Lebaran, volume kendaraan arus mudik yang melalui jalur selatan, khususnya Nagreg, Jawa Barat, mengalami penurunan dibandingkan periode sama tahun 2018. Humas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, H-2 adalah puncak dari arus mudik yang melalui Nagreg menuju arah timur.

Namun melihat pantauan lalu lintas, Ruddy melihat hal tersebut saat ini belum terjadi. "Sampai pukul 20.00 WIB, volume kendaraan sebanyak 82.923, dibandingkan tahun 2018 pada H-2 yang sama itu kurang lebih ada 142.417 kendaraan, jadi ada penurunan sebesar 30 persen," kata Ruddy di Posko Induk Dishub Kabupaten Bandung, Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (3/6).

Berdasarkan angka tersebut, Ruddy berspekulasi malam ini hingga pukul 00.00 WIB nanti, akan ada sekitar 90 ribu kendaraan yang melalui jalur selatan, khususnya Jalan Raya Nagreg.

Sejak awal, lanjut Ruddy, pihaknya menduga bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada H-4 menjelang Lebaran. Karena menurutnya arus kendaraan akan bertambah seiring dengan mulai liburnya PNS. "Tapi tampaknya belum terjadi, melihat kondisi di Cileunyi dan Rancaekek yang tidak padat dan lancar, puncak arus mudik tidak akan terjadi," kata dia.

Sampai H-2 atau hari ini, Senin (3/6), arus pemudik yang telah melalui jalur Nagreg tercatat sebanyak 612.371 kendaraan. Baik kendaraan pribadi maupun moda transportasi umum.

Dengan demikian, kata Ruddy, lancarnya jalur selatan disebabkan oleh optimalnya penggunaan tol Trans Jawa di jalur utara. Menurutnya para pemudik yang biasa menjajal jalur selatan sebagian beralih ke jalur utara dengan sistem satu arah. "Dengan adanya beberapa pilihan alternatif jalan, memudahkan pemudik untuk memilih jalur atau rute mana yang digunakan," katanya.

Terpopuler