87 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta Via Gerbang Tol Cikarut

Rep: Febryan A/ Red: Nidia Zuraya

Ahad 02 Jun 2019 13:58 WIB

Kendaraan melintas di area Gerbang Tol Cikarang Utama, Bekasi, Jawa Barat. ilustrasi Foto: Antara/Aprillio Akbar Kendaraan melintas di area Gerbang Tol Cikarang Utama, Bekasi, Jawa Barat. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Sebanyak 87 ribu kendaraan tercatat memasuki Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikarut) pada Sabtu (1/6). Peningkatan arus kendaraan pemudik yang hendak menuju timur itu tercatat naik 278 persen.

"Kemarin, lalulintas pemudik yang melintas di Cikampek Utama tercatat 87.758 kendaraan meninggalkan Jakarta," ungkap Corporate Communication Department Head Jasa Marga Irra Susiyanti, dalam keterangan tertulisnya, Ahad (2/6).

Baca Juga

Ira menjelaskan, kenaikan jumlah kendaraan yang masuk di GT Cikampek Utama itu mencapai 278 persen lantaran rata-rata lalu lintas harian hanya sebanyak 23.197 kendaraan.

Peningkatan jumlah kendaraan kemarin atau H-4 Lebaran, diperkirakan Jasa Marga sebagai puncak arus mudik di ruas Tol Trans-Jawa. Pasalnya, jumlah kendaraan jauh lebih tinggi dari pada tanggal 30 Mei atau H-5 Lebaran hanya 71.901 melewati gerbang tol tersebut.

"Peningkatan jumlah kendaraan dari rata-rata harian pada H-5 sebesar 210 persen," ucapnya.

Ira pun menjelaskan, pada puncak arus mudik kemarin, Jasa Marga bersama pihak Korps Lalu Lintas Polri telah memberlakukan berbagai skmea rekayasa lalu lintas guna mengurai penumpukan kendaraan. Rekayasa pertama adalah dengan pemberlakuan sistem satu jalur (one way) lebih panjang dari hari sebelumnya yang hanya samapi KM 263 di Brebes Barat.

"Pemberlakuan one way dari Km 70 Cikampek sampai dengan Km 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung," kata Irra. Selain itu, sambung dia, juga dilakukan skema contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek), tepatnya dari KM 29 hingga KM 70.

Sedangkan untuk arus lalu lintas di ruas Tol Trans-Jawa hari ini (1/6) atau H-3 Lebaran, tutur Irra, terpantau ramai lancar. Sistem one way dan contraflow juga kembali diterapkan hari ini sejak pukul 06.55 WIB.

"Rekaya lalu lintas itu bisa mencairkan kepadatan, terlebih lagi GT Cikampek Utama sudah mengoperasikan jumlah maksimal gardu yakni 29 unit," tutup dia.

Terpopuler