H-6 Lebaran, Tol Pejagan-Pemalang Tersendat

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Andi Nur Aminah

 Kamis 30 May 2019 15:21 WIB

Situasi lalu lintas Tol Pejagan-Pemalang, Kamis (30/5) sejak pukul 13.30 WIB, dari KM 300 ke arah pekalongan-pemalang-Batang. Foto: republika Situasi lalu lintas Tol Pejagan-Pemalang, Kamis (30/5) sejak pukul 13.30 WIB, dari KM 300 ke arah pekalongan-pemalang-Batang.

Kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan rata-rata 20 kilometer per jam.

REPUBLIKA.CO.ID, PEMALANG -- Arus lalu lintas di ruas Tol Pejagan-Pemalang yang mengarah ke Semarang mengalami kemacetan Kamis (30/5) sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi ini terjadi sejak di KM 286 hingga KM 290an. Sampai saat ini, Republika.co.id masih belum mengetahui penyebab dari kemacetan tersebut.

Kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan rata-rata 20 kilometer per jam dengan kondisi padat merayap. Karena padat, kendaraan sudah melaju dalam tiga lajur hingga bahu jalan. Plat A (Banten) dan B (Jakarta) mendominasi kendaraan yang melintasi Tol Pejagan-Pemalang ini.

Baca Juga

Secara umum, di luar kemacetan tersebut, kondisi lalu lintas pada arus mudik di sepanjang Tol Pejagan-Pemalang masih terpantau ramai lancar. Hanya ada beberapa titik yang sempat tersendat karena terdapat mobil yang berhenti di bahu jalan. Namun, kondisi itu bersifat sementara dan tidak mengganggu arus secara signifikan.

Sedangkan, di arus sebaliknya, kondisi lalu lintas terlihat lengang. Kendaraan pribadi masih mendominasi, meski tampak beberapa bus pariwisata melintas menuju Jakarta.

Sebagai informasi, sistem satu arah sudah diberlakukan di ruas Tol Cikampek ke arah timur diberlakukan sejak hari ini pukul 09.00 WIB. Diperkirakan, one way berlaku hingga pukul 21.00 WIB mulai 30 Mei sampai 2 Juni 2019. Jalur satu arah bakal diberlakukan mulai dari Km 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai Km 263 Tol Pejagan-Pemalang.

One way dilaksanakan guna mengantisipasi kemacetan kendaraan pemudik yang hendak menuju ke timur (Jawa Timur dan Jawa Tengah). Dengan begitu, kendaraan dari arah Semarang menuju Jakarta terpaksa harus melintas di Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X