Waspadai Pemalakan di Rest Area Tol

Red: Nur Aini

Selasa 28 May 2019 17:38 WIB

Foto udara rest area Km 164 Tol Cikopo-Palimanan di Majalengka, Jawa Barat, Minggu (19/5/2019). Foto: Antara/Hafidz Mubarak A Foto udara rest area Km 164 Tol Cikopo-Palimanan di Majalengka, Jawa Barat, Minggu (19/5/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- PT Jasa Marga Cabang Palikanci, Cirebon, Jawa Barat mengantisipasi premanisme terhadap pemudik di tempat peristirahatan (rest area) ruas tol di wilayah ini.

Deputi General Manager PT Jasa Marga Cabang Palikanci Zakaria saat menerima rombongan press tour di kantor PT Jasa Marga Cabang Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, Selasa, mengatakan, premanisme kepada pemudik menjadi salah satu perhatian serius.

Baca Juga

Premanisme terhadap pemudik itu umumnya berupa pemalakan, misalnya pemudik yang melaksanakan ibadah, lalu sandal atau sepatunya dipindah ke penitipan. Setelah beribadah, pemudik mengambil sandal atau sepatunya dengan mengeluarkan uang. Biasanya mereka (pelaku) berkelompok.

Mereka bergantian dan setiap kelompok rata-rata bisa dapat Rp 1 juta dalam sehari. Kalau dibagi anggota kelompok bisa dapat Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu sehari.

Menurut dia, pihaknya sudah membahas persoalan itu dengan berbagai pihak, termasuk yang biasa melakukan pekerjaan itu. "Mereka tidak keberatan ditertibkan, hanya yang diperlukan adalah solusi bagi pendapatan mereka," katanya lagi.

Manajemen Jasa Marga tetap memperbolehkan mereka melakukan aktivitasnya tersebut. "Tetapi free dan mereka mendapatkan pendapatan dari Jasa Marga," katanya lagi.

Pihaknya juga merekrut warga untuk membantu membersihkan sampah di sekitar rest area. "Kami juga mengimbau agar pemudik juga tidak membuang sampah sembarangan," katanya pula.

Terpopuler