Cara Menghindari Akumulasi CO2 di Kabin Mobil Saat Macet

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Reiny Dwinanda

Sabtu 01 Jun 2019 06:35 WIB

Kemacetan arus mudik. (Dok) Foto: Republika/Iman Firmansyah Kemacetan arus mudik. (Dok)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemacetan berjam-jam dalam arus mudik dan arus balik mendatangkan risiko kesehatan bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat. Mereka berisiko terpapar gas berbahaya yang bisa menimbulkan efek seperti mengantuk hingga pusing.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto menyebutkan, kandungan gas berbahaya, seperti karbondioksida (CO2), dapat terakumulasi di dalam kabin saat orang berada dalam kemacetan panjang dengan mobil yang kacanya tertutup. Agus mengungkapkan, gas itu bisa muncul dari kebocoran kendaraan dan juga tercipta dari aktivitas pernapasan manusia.

Baca Juga

"Kalau macet terlalu lama maka CO2 akan terakumulasi di dalam kabin mobil dan akan menimbulkan keluhan-keluhan seperti mengantuk, pusing dan bisa berbahaya kalau jangka panjang," ujarnya di temu media bertema Hari Tanpa Tembakau Sedunia, di Kemenkes, Selasa (28/5).

Agus mengimbau agar pemudik yang terjebak macet dalam waktu lama menggunakan setelan AC resirkulasi dan tidak menggunakan setelan AC yang memasukkan udara dari luar. Tujuannya ialah supaya racun-racun polutan dari luar tidak masuk ke dalam mobil.

Di samping itu, Agus juga merekomendasikan agar pemudik yang menggunakan AC membuka kaca jendela mobil setiap jam. Setelah membuat udara di dalam kabin mobil kembali bersirkulasi, jendela kembali bisa ditutup.

"Dengan begitu, level CO2 di dalam kabin akan turun setelah bercampur dengan udara," ujarnya.

Terpopuler