Medsos Temani Muslim Minoritas Usir Kesendirian (2-Tamat)

Rep: Umi Soliha/ Red: Reiny Dwinanda

Rabu 29 May 2019 03:30 WIB

Ilustrasi Media Sosial Foto: pixabay Ilustrasi Media Sosial

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lima tahun lalu, penulis Shannon Abulnasr menciptakan Ramadhan Iftar Project, sebuah grup Facebook dengan lebih dari 2.100 anggota, untuk membantu para mualaf Muslim terhubung dengan komunitas daring.

Anggota grup di zona waktu yang sama terhubung melalui obrolan video untuk berbuka puasa bersama dan berbagi foto berbuka puasa. Abulnasr memeluk Islam pada 2006 dan meluncurkan laman IFoundIslam.net untuk membantu membimbing sesama mualaf.

Baca Juga

Sejak itu, inisiatif digital lainnya telah diluncurkan untuk membantu membimbing dan menghubungkan Muslim baru. Akademi Muslim Baru menawarkan video, kursus, dan buku daring untuk membantu orang yang kembali di jalan Islam yang benar dan terlibat dalam ibadah–ibadah selama bulan Ramadhan.

Melalui podcast dan video online, umat Islam dari semua kalangan dapat mengikuti kajian yang diadakan di kampus Universitas New York, di mana imam Khalid Latif yang terkenal mengisi ceramah tentang menjadi diri terbaik selama Ramadhan.

Mereka dapat mengambil kelas dari para ulama terkenal tentang memahami Alquran dan menemukan saran tentang cara memaksimalkan waktu untuk lebih dekat dengan  Alquran selama Ramadhan ini. Mereka dapat mendengar kajian khusus akhwat di Amerika, atau dari masjid di kota asalnya, atau dari masjid yang dihadiri keluarga mereka di seluruh dunia setiap malam. Mereka dapat mendengarkan siaran langsung shalat tarawih yang diadakan di masjid-masjid di seluruh negeri selama Ramadhan.

 

Ketika umat Islam merasa dikucilkan dari masjid tradisional atau tidak memiliki keluarga biologis untuk menghabiskan waktu bersama selama Ramadhan, mendapatkan komentar Instagram positif pada foto berbuka puasa semalam bisa mengubah hidup. Menjaga agar hubungan komunitas tetap hidup merupakan tantangan selama bulan Ramadhan, sementara banyak Muslim lainnya justru mundur dari media sosial selama bulan Ramadhan untuk menghindari terganggunya ibadah.

Terpopuler