Kemendes PDTT Bagikan 4.000 Paket Sembako

Red: Gita Amanda

Senin 27 May 2019 14:47 WIB

Kemendes PDTT menggandeng bank-bank BUMN membagikan paket 4.000 paket sembako. Foto: Kemendes PDTT Kemendes PDTT menggandeng bank-bank BUMN membagikan paket 4.000 paket sembako.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa (PUED) Ditjen PPMD gandeng Bank Mandiri menggelar Pasar Murah di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang pada Senin (27/5). Tak kurang dari 4.000 paket sembako dibagikan kepada masyarakat dalam rangka bulan Ramadan 1440 Hijriah dan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Staf Khusus Mendes PDTT Syaiful Huda mengatakan Kemendes PDTT bekerja sama dengan Bank-Bank BUMN dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat desa. Bank Mandiri akan bagikan 4.000 paket sembako yang seharusnya bernilai Rp 102 ribu disubsidi Bank Mandiri menjadi Rp 50 ribu.

Baca Juga

"Mohon diterima dengan ikhlas, semoga menjadi amal baik dan kinerja lebih baik ke depannya," ungkapnya saat memberikan sambutan di depan ratusan masyarakat di halaman Kantor Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Senin, seperti dalam siaran persnya.

Ia melanjutkan, Kemendes PDTT bekerja sama dengan bank BUMN termasuk Bank Mandiri di Karawang terutama untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kemendes PDTT akan bermitra untuk pengelolaan bank sampah di desa melalui BUMDes dan rencananya akan bekerja sama juga dengan Bank Mandiri dalam pengelolaannya.

"Dengan adanya bank sampah ini diharapkan rumahtangga-rumahtangga bisa produktif dan menghasilkan," terangnya.

Kedepannya, menurut dia program-program pemerintah yang masuk ke desa akan makin diintensifkan pemerintah pusat. Akan ada formulasi baru untuk melakukan revitalisasi di level desa.

"Seluruh BUMN akan keroyok desa. APBN akan ada diskresi khusus di luar dana desa. Selain itu, akan ada kebijakan khusus tentang percepatan revitalisasi pengembangan ekonomi di desa-desa melalui industri-industri kreatif yang ada di desa," jelasnya.

Senior Vice President Direktorat Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Tonggo Marbun yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, Bank Mandiri malalui CSR-nya memiliki kewajiban dalam pemberdayaan masyarakat, salah satunya pemberdayaan ekonomi dan bantuan-bantuan pasar murah seperti saat ini.

"Pasar murah ini merupakan salah satu bentuk CSR Bank Mandiri yang punya impact langsung kepada masyarakat. Kami juga cukup aktif dalam pemberdayaan BUMDes melalui penyaluran KUR. Mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat di Desa Bengle buat kebutuhan pokok Idul Fitri karena harganya juga terjangkau," terangnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Didi Supardi mengatakan menyambut baik diadakannya pasar murah atas kerja sama Kemendes PDTT dan Bank Mandiri ini. Dalam kegiatan ini juga melibatkan lembaga masyarakat, BUMDes, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa.

"Di Desa Bengle ini ada 67 RT dan penduduk sebanyak 40.000 jiwa usik. Sembako murah ini khususnya diperuntukan bagi kaum duafa, anak yatim, orang tua jompo, dan selebihnya untuk masyarakat umum," ujarnya.

Salah satu warga penerima sembako, Tuti mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini, selain harganya jauh lebih murah, yang di dapatpun cukup banyak.

"Saya dapat satu kupon, sudah datang dari pagi. Ya dengan adanya pasar murah ini sangat bantu sekali karena sekarang sembako mahal, sangat bantu kita. Mudah-mudahan ke depan bisa tiga bulan sekali ya. Saya ini dapat Beras Premium lima kilogram kalau di pasaran harganya Rp 95 ribu. Di pasar murah ini, Rp 50 ribu sudah dapat beras lima kilogram, gula satu kilogram, minyak satu liter, dan teh satu pack," terangnya sambil tersenyum.

Terpopuler