Strategi Pemerintah Hadapi Lonjakan Pemudik 2019

Red: Friska Yolanda

Ahad 26 May 2019 21:39 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) Foto: Fakhri Hermansyah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan pemerintah terkait sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi lonjakan pemudik tahun ini. Khususnya, banyak pemudik yang beralih menggunakan jalur darat pada musim mudik Lebaran Idul Fitri 1440 H. 

Dia mengatakan dengan adanya kenaikan tarif pesawat, terjadi peningkatan jumlah penumpang bus. “Ada pengaruh kenaikan tiket pesawat dengan kenaikan jumlah pemudik dengan bus, tapi tidak signifikan. Mungkin lima sampai 10 persen,” kata Budi di Terminal Kampung Rambutan, Ahad (26/5). 

Baca Juga

Untuk itu strategi pun disiapkan mulai dari sistem satu arah yang akan dilakukan mulai dari kilometer 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai kilometer 263 Tol Pejagan-Pemalang. Rencananya, sistem satu arah arus mudik akan dilakukan pada 30 Mei hingga 2 Juni 2019 pukul 09.00 sampai 21.00 WIB. Sistem satu arah juga akan dilakukan saat arus balik pada 7-9 Juni 2019 mulai kilometer 189 sampai kilometer 25.

Selain itu, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga akan menerapkan diskon 15 persen di seluruh tol yang ada di Indonesia. Diskon tersebut berlaku sebelum masa puncak mudik dan setelah puncak balik agar mengurai kepadatan penumpang. 

PT Jasa Marga (Persero) juga memindahkan gerbang Tol Cikarang Utama (Cikarut). Gerbang tersebut digantikan di GT Cikampek Utama berfungsi sebagai GT bagi pengendara yang berasal dari dan menuju Timur yakni Jalan Tol Cikopo-Palimanan. Sementara GT Kalihurip Utama dapat digunakan bagi pengendara yang berasal dari dan menuju Selatan Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang dan Padalarang-Cileunyi. 

Meskipun begitu, Budi menegaskan pada dasarnya penerapan sistem satu arah akan disesuaikan dengan kondisi. "Kita memberikan kewenangan kepada Korlantas tetapi kakorlantas juga kita sarankan untuk memberikan ruang diskusi kepada stakeholder," jelas Budi. 

Seperti halnya asosiasi bus meminta arus balik tetap dibuka selama sistem satu jalur saat arus mudik diberlakukan. Sebab, hal tersebut untuk mengantisipasi kembalinya bus dari Jawa menuju Jakarta untuk menjemput penumpang selanjutnya.

"Oleh karenanya kami minta ke Korlantas untuk finalisasi mungkin diberikan window time kepada mereka tapi semua kewenangan itu kami serahkan semua ke Korlantas," tutur Budi. 

Selain itu, Budi menilai pemindahan gerbang Tol Cikarut juga akan membantu puntuk mengurai kepadatan pemudik sebab arah menuju Semarang dan Bandunh sudah dipisah. Selain itu juga terdapat penambahan gerbang tol dua kali lipat dari 31 GT menjadi 60 GT setelah gerbang to Cikarut dipindah. 

Tak hanya itu, mulai hari ini pukul 00.00 WIB hingga 15 Juni 2019 pukul 24.00 WIB, Jasa Marga juga menghentikan sementara pekerjaan proyek di seluruh jalan tol. Terutama proyek yang berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas terutama menjelang arus mudik. 

“Saya hari ini melihat bahwa proyek-proyek pembangunan yang ada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek sudah berhenti, hal ini tentunya akan bermanfaat untuk pengguna jalan yang mau mudik dan balik,” ujar Kepala Korlantas Refdi Andri.

Terpopuler