10 Hari Terakhir Ramadhan, Umat Islam Diminta Fokus Ibadah

Red: Nashih Nashrullah

Sabtu 25 May 2019 23:37 WIB

(Ilustrasi) iktikaf di bulan Ramadhan Foto: Republika/mgrol101 (Ilustrasi) iktikaf di bulan Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR— Ramadhan memasuki 10 hari terakhir. Umat Islam diminta lebih memfokuskan diri beribadah pada 10 hari terakhir Ramadhan 1440 Hijriyah.

Seruan tersebut disampaikan salah satu dai papan atas di Sulawesi Selatan yaitu Ustaz Arifuuddin Lewa.  

Baca Juga

"Ini ibarat sebuah mobil yang tadinya mendaki gunung dan kini sampailah puncaknya dan segera menurun ke lembah dengan sangat cepatnya, " kata Arifuddin yang akrab disapa Arle di Masjid Nurul Ittihad, Kalukuang, Makassar, Sabtu (25/5) malam.

Dalam ceramah tarawihnya, dia mengingatkan bahwa dengan mencontoh kehidupan Rasulullah Muhammad SAW, 10 hari terakhir Ramadhan merupakan penentuan keberhasilan ibadah di bulan kemuliaan ini.

Disebutkan, 10 hari terakhir untuk mendapatkan ampunan dan syafaat dari Allah SWT, maka perlu beribadah sungguh-sungguh.

"Ramadhan akan berlalu begitu cepat. Ketika masih ingin tarawih misalnya, sudah tidak ada lagi," kata mantan anggota DPRD Kota Makassar ini.

Ustaz Arlepun memberikan satu contoh kisah pada zaman Khalifah Umar bin Khatib tentang ketegasan dalam memimpin negara dan mampu berbuat adil bagi masyarakatnya.

"Ketegasan atau istiqamah dalam pendirian dan mampu bersikap adil itulah yang harus diteladani sebagai upaya menginstrospeksi diri pada bulan suci Ramadhan," katanya.

Menurut dia, teguh dalam pendirian atas prinsip kebenaran menjadi modal utama menjadi Muslim yang takwa. Berkaitan dengan hal itu, dia mengajak umat Muslim agar betul-betul memanfaatkan momentum Ramadhan ini sebagai ladang untuk meraup amal ibadah sebanyak-banyaknya.

 

Terpopuler