Mempertahankan Stamina Saat Mengemudi Jarak Jauh (1)

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Reiny Dwinanda

Jumat 31 May 2019 13:00 WIB

Kemacetan arus mudik. (Dok) Foto: Republika/Iman Firmansyah Kemacetan arus mudik. (Dok)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat mudik, perjalanan tak selalu mulus. Ada kalanya perjalanan panjang seperti tak berujung. Belum lagi kalau kemacetan mendera.

Kelelahan mengemudi dapat mengakibatkan kecelakaan yang fatal. Oleh karena itu, stamina dan kondisi tubuh yang bugar menjadi aspek yang harus diperhatikan oleh pengemudi.

Bagaimana cara mempertahankan stamina saat mengemudi jarak jauh? Berikut tulisan pertama dari dua artikel berisikan tips dari dokter umum Rumah Sakit Pertamina Jaya, dr Daniel Bramantyo, yang disampaikan dalam Chevrolet Indonesia “Trailblazer Healthy Fun Drive” yang digelar di kantor General Motor (GM) Indonesia, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Istirahat sebelum berangkat

Pengemudi harus menyempatkan untuk tidur enam hingga delapan jam. Istirahat yang cukup sangat signifikan dalam membuat pengemudi tetap fokus.

Menyetir secara bergantian

Jangan menyetir sendirian untuk menempuh perjalanan jarak jauh. Sebaiknya, ajak anggota keluarga yang bisa bergantian mengemudi. Apalagi jika Anda memutuskan tetap berpuasa dalam perjalanan ke kampung halaman.

Istirahat

Pengemudi juga direkomendasikan untuk beristirahat setiap dua hingga tiga jam untuk melakukan peregangan otot dan tidur sekitar 30 menit Dengan bekal istirahat yang cukup maka pengemudi dapat menghindari kelelahan akibat mengemudi. Hal ini dapat berpengaruh pada kecepatan respons tubuh atas hal yang tiba-tiba terjadi di jalan raya.

Tak hanya itu, hal ini juga dapat menekan terjadinya microsleep, sebuah kondisi dimana pengemudi secara tak sadar terlelap dalam waktu di bawah 30 detik. Tidur singkat yang sangat berbahaya.

Putar lagu favorit

Agar jauh dari stres perjalanan, memainkan lagu-lagu favorit selama berkendara.

 

Terpopuler