Kisah Pengalaman 2 Warga Turki Puasa Ramadhan di Indonesia

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Kamis 09 May 2019 21:18 WIB

Dompet Dhuafa gelar talk show bertema 'Ramadhan di Eropa' di Graha Zakat Dompet Dhuafa pada Rabu (8/5). Foto: Dok Dompet Dhuafa Dompet Dhuafa gelar talk show bertema 'Ramadhan di Eropa' di Graha Zakat Dompet Dhuafa pada Rabu (8/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sadiq Kemay Ataz dan Yusuf yilmaz Sismek adalah dua orang pengajar di Yayasan Uicci Sulaimaniyah. Mereka berbagi pengalaman puasa di Indonesia.  

Sekarang adalah tahun pertama Sadiq berpuasa di Indonesia. Selama tiga hari berpuasa, dia mengaku sudah merasakan kenikmatan berpuasa. Sadiq tidak merasa kesulitan berpuasa di Indonesia, karena sudah terbiasa berpuasa di Turki selama 17 jam. 

Baca Juga

"Jika di Turki saat berbuka hanya dengan memakan kurma namun saat di Indonesia berbuka bukan hanya dengan kurma tapi juga dengan manisan dan gorengan," kata Sadiq, dalam acara talk show bertema "Ramadhan di Eropa" di Graha Zakat Dompet Dhuafa pada Rabu (8/5). 

Di Turki biasanya setelah memakan kurma langsung diikuti makanan besar bersama keluarga. Usai tarawih di Turki biasanya anak-anak akan menyaksikan acara theater atau penampilan musik. Karena selama Ramadhan di Turki banyak terdapat pertunjukkan theater dan penampilan musik.   

Menjelang bulan puasa, warga Turki memiliki tradisi berbelanja kebutuhan untuk Ramadhan. Mereka juga membersihkan rumah untuk menjadikan rumah tempat buka puasa bersama. 

Sidiq juga mengapresiasi Dompet Dhuafa yang sangat transparan dan terbuka. Dia bisa tahu segala bentuk program zakat Dompet Dhuafa. Sebab bantuannya dari mana dan penyalurannya kemana bisa diketahui. "Tidak banyak lembaga yang secara transparan menginformasikan penyaluran zakatnya seperti Dompet Dhuafa ini," ujarnya.

Dompet Dhuafa berbagi kebaikan dengan mengadakan acara talk show bertema "Ramadhan di Eropa" di Graha Zakat Dompet Dhuafa pada Rabu (8/5). Acara tersebut menghadirkan pengajar dari Turki yang berbagi pengalaman puasa di Turki dan di Indonesia. 

"Dilaksanakannya acara talk show Ramadhan yang kita adakan dua hari ini mengundang para ekspatriat yang berpuasa di Indonesia untuk berbagi pengalamannya berpuasa di sini," kata Kepala Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM), Rifky kepada Republika.co.id, Rabu (8/5) malam.

Rifky mengatakan, Dompet Dhuafa ingin memberitahu kepada orang-orang perbedaan Ramadhan di Indonesia dan di negara asal ekspatriat. Talk show tersebut sangat menarik melihat adanya perbedaan budaya yang dijalani para ekspatriat saat berpuasa di Indonesia.   

Dompet Dhuafa dalam mengisi Ramadhan 1440 H, mencoba untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui program-program pemberdayaan dan program khusus Ramadhan. 

Di antaranya sekolah Palestina, tebar zakat fitrah, grebek kampung, parcel Ramadhan, posko mudik, home stay, dan sahabat berbagi harapan di Ramadhan. 

Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk terus tebar keberkahan dan jangan takut berzakat. Dompet Dhuafa juga mengajak masyarakat untuk menjadi orang taat membayar zakat karena zakat membawa manfaat untuk sesama. 

 

 

Terpopuler