JK: Arus Mudik Idul Fitri 2018 Lebih Baik

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Kamis 21 Jun 2018 13:20 WIB

Perlambatan kendaraan arus balik terpantau menjelang gerbang tol (GT) Barukan yang menjadi pintu gerbang arus lalu lintas ruas tol fungsional Kartasura- Salatiga menuju ruas tol operasional Salatiga, Selasa (19/6) malam. Foto: Republika/Bowo Pribadi Perlambatan kendaraan arus balik terpantau menjelang gerbang tol (GT) Barukan yang menjadi pintu gerbang arus lalu lintas ruas tol fungsional Kartasura- Salatiga menuju ruas tol operasional Salatiga, Selasa (19/6) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menilai, arus mudik Idul Fitri 2018 lebih baik ketimbang dua tahun lalu. Ada dua hal yang membuat arus mudik pada tahun ini lebih baik yakni bertepatan dengan liburan panjang anak sekolah dan infrastruktur yang memadai.

"Hal yang pertama, liburan panjang sehingga yang mudik itu punya kesempatan dan yang kedua, infrastruktur kita sudah lebih baik," ujar Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Kamis (21/6).

Jusuf Kalla mengatakan, pembangunan infrastruktur yang lebih baik telah mengurangi kemacetan parah di jalur-jalur mudik. Infrastruktur jalan tol yang lebih baik mampu mengurai kemacetan, sehingga tidak terjadi lagi insiden kemacetan parah seperti yang terjadi dua tahun lalu di Brebes.

"Infrastruktur kita sudah lebih baik, jadi tidak ada lagi kemacetan parah, macet sedikit-sedikit, ya hari biasa pun macet, tidak parah, apalagi dua tahun lalu ada Brexit (Brebes exit)," kata Jusuf Kalla.

Di sisi lain, tingkat kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa menurun drastis. Jusuf Kalla mengapresiasi semua pihak yang telah menyukseskan kelancaran mudik Idul Fitri 2018. Mulai dari kementerian terkait maupun kepolisian yang telah mengatur jalur lalu lintas mudik dengan baik.

"Kita apresiasi semu pihak apakah PU (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) yang bikin infrastruktur, kemudian polisi, (Kementerian) Perhubungan yang mengatur (lalu lintas) itu," ujar Jusuf Kalla.

Selama mudik 2018, beberapa pemudik memanfaatkannya untuk melakukan rekam data KTP el. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapi) Kabupaten Banyumas, Kartiman, menyebutkan setiap hari sedikitnya ada 50 orang yang melakukan proses rekam data selama masa libur lebaran.

''Jumlah ini, baru yang tercatat melakukan rekam data di kantor Dindukcapil. Belum termasuk yang melakukan rekam data di kantor-kantor kecamatan,'' jelasnya, Rabu (20/6).

Meski demikian, pada warga yang melakukan rekam data KTP el pada masa libur lebaran, belum bisa langsung mendapatkan kartu KTP el. Melainkan baru berupa surat keterangan pengganti KTP el, mengingat keterbatasan blanko KTP el.

Menurutnya, selama libur lebaran yang berlangsung sejak 11 Juni hingga 20 Juni ini, pihaknya memang tetap membuka layanan untuk melayani kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat. Selama masa libur tersebut, pihaknya hanya libur dua hari pada Hari H lebaran dan H+1 lebaran.

Namun dia mengakui, selama masa cuti tersebut, pihaknya tidak membuka pelayanan seperti hari kerja normal. Melainkan hanya buka setengah hari, sejak pukul 08.00 hingga pukul 12.00.

Terpopuler