Begini Pemantauan Hilal di Masjid Raya KH Hasyim Asyari

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Kamis 14 Jun 2018 20:17 WIB

Pemantauan hilal di Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Jakarta Barat, Kamis (14/6). Foto: Republika/Ali Mansur Pemantauan hilal di Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Jakarta Barat, Kamis (14/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Raya KH Hasyim Asyari untuk kedua kalinya melakukan pengamatan hilal pada Kamis (14/6). Setelah kegiatan ruhiyatul hilal pertama untuk menentukan awal Ramadhan lalu, hari ini dilaksanakan pengamatan untuk penetapan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. 

Pantauan Republika.co.id, Tim Rukyatul Hilal melakukan pemantauan hilal di atap Masjid Raya KH Hasyim Asyari. Aktivitas pemantauan dimulai pukul 16.00 WIB menggunakan teropong khusus. 

Tim Rukyatul Hilal Masjid Raya KH Hasyim Asyari juga melakukan live streaming dengan PBNU. Siaran streaming juga tersambung dengan tim Rukyatul Hilal di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. 

photo
Pengamatan hilal atau bulan baru di Masjid Raya KH Hasyim Asyari. (Republika/Ali Mansur)

Sayangnya, setelah melakukan pengamatan sekitar dua jam, tim Rukyatul Hilal di Masjid KH Hasyim Asyari tidak berhasil melihat hilal karena tertutup awan. "Secanggih apapun, di sini tidak bisa melihat hilal karena awan sangat tebal,” kata Pembina Falakiyah Masjid KH Hasyim Ashari, KH Abdul Holik Saleh, saat ditemui di Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Jakarta Barat, Kamis.

Selain soal cuaca, Abdul Holik juga mengungkapkan keberadaan gedung pencakar langit di sebelah barat masjid sebagai penghalang pemantauan hilal. Ia menjelaskan, sebenarnya, atap Masjid Raya KH Hasyim Asyari sudah strategis untuk melakukan pemantauan hilal. 

Namun, keberadaan gedung pencakar langit yang baru di sebelah barat masjid itu menghalangi pemantauan. "Jadi kemungkinan besar untuk pemantauan hilal seterusnya akan meminjam gedung baru itu tetap mengatasnamakan tim falakiyah Masjid Raya KH Hasyim Asyari," kata dia.

Meski tim Rukyatul Hilal di Masjid Raya KH Hasyim Asyari tidak berhasil melihat hilal, Abdul Holik mengatakan, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah tetap jatuh pada Jumat (14/6) besok. Sebab, dia mengatakan, berdasarkan laporan terakhir, tim di Pulau Karya berhasil melihat hilal dengan ketinggian delapan derajat.

photo
Pemantauan hilal di Masjid Raya KH Hasyim Asyari. (Republika/Ali Mansur)

Selain di Pulau Karya, dia menerangkan, pemantauan di sejumlah daerah juga berhasil melihat hilal. “Di Pulau Karya cuaca cukup cerah, di Bukit Condrodipo, Gresik, Jawa Timur juga hilal terlihat," kata dia. 

Kendati tidak berhasil melihat hilal, dia menerangkan, hasil tersebut tetap dilaporkan ke PBNU dan diteruskan ke Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. 

Ia menambahkan Ruhiyatul Hilal ini juga bagian dari rangkaian kegiatan pesantren Ramadhan yang dilaksanakan dari tanggal 1 Ramdahan sampai akhir pelaksanaan Shalat Idul Fitri besok pagi.  

Terpopuler