Arus Kendaraan Jalur Pantura Indramayu Padat

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nur Aini

Rabu 13 Jun 2018 11:58 WIB

Pemudik yang menggunakan sepeda motor melintasi Jalan Pantura di Lohbener, Indramayu, Jabar, Rabu (21/6). Foto: Republika/ Yasin Habibi Pemudik yang menggunakan sepeda motor melintasi Jalan Pantura di Lohbener, Indramayu, Jabar, Rabu (21/6).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Dua hari menjelang Lebaran Idul Fitri 2018, arus mudik kendaraan dari arah Jakarta yang melewati jalur pantura Indramayu padat, Rabu (13/6). Lonjakan jumlah kendaraan diperkirakan terus terjadi hingga malam hari nanti.

"Hari ini puncak arus mudik," ujar Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Asep Nugraha.

Asep mengatakan, kepadatan di jalur pantura dikarenakan adanya pengalihan arus dari tol Cipali ke jalur pantura sekitar pukul 04.00 WIB. Pengalihan arus kendaraan itu terjadi selama satu jam.

Berdasarkan pantauan di jalur pantura Indramayu, sekitar pukul 10.00 WIB, arus mudik kendaraan dari arah Jakarta yang melewati jalur pantura Indramayu terus mengalir, baik sepeda motor roda dua maupun kendaraan roda empat. Kecepatan laju kendaraan di jalur tersebut rata-rata 60-70 km per jam.

Polisi pun terus mengarahkan agar laju kendaraan dapat terus mengalir. Polisi juga melakukan upaya kanalisasi di sejumlah pasar yang berada di sepanjang jalur pantura. Selain untuk mengantisipasi kemacetan, upaya tersebut juga untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Para pemudik pun diimbau untuk beristirahat jika merasa lelah. Apalagi, kondisi cuaca di jalur pantura terasa panas menyengat. Kondisi itu bisa menurunkan kesehatan para pemudik, terutama pengendara. "Suhu udara maksimum di siang hari mencapai sekitar 35 derajat celsius," kata Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn.

Baca: Pengalihan Arus di Cikampek Buat Jalur Pantura Cirebon Macet

Terpopuler