REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL -- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyarankan kepada Kementrian Kesehatan untuk menyediakan mini intensive care unit (ICU) untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada pemudik. Usulan itu menyusul potensi kerawanan di sejumlah jalir mudik.
“Yang disoroti kemungkinan kerawanan di wilayah Cikopo, Kertasari, Tegal, Gringsing, Batang, dan Jembatan Kalikuto Kendal. Kami sarankan ke Kemenkes untuk menyediakan mini ICU,” kata Hadi saat melakukan kunjungan kesiapan posko di rest area gerbang tol fungsional Kerta Sari di Km 294 Tol Pejagan-Pemalang, Ahad (10/6).
Dia juga sudah meminta anggotanya untuk bekerja sama dengan petugas lain dalam melakukan tindakan cepat dalam memberikan layanan kesehatan di beberapa posko terpadu yang ada di beberapa titik kerawanan tersebut. Menurutnya, hal tersebut termasuk penyediaan helikopter ambulans yang bekerjasama dengan Basarnas di daerah Gringsing dan Kali Kuto.
“Termasuk apakah daerah Gringsing dan Kali Kuto bisa di-backup helikopter ambulans. Koordinasi dengan Kemenkes dan rumah sakit terdekat apabila dibutuhkan pelayanan,” kata dia.
Menurut Hadi, dia pun sudah menekankan kepada para anggotanya untuk mewaspadai kerawanan kemacetan di beberapa wilayah, mulai dari DKI Jakarta sampai Jawa Tengah. Dia meminta para pangdam yang berada di wilayah jalur tengah untuk memberi pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Setiap Koramil, Kodim, Korem, yang dilewati alur mudik, harus dibuka untuk melayani pemudik. “Siapa tahu para pemudik membutuhkan tempat istirahat. Siapkan air mineral dan takjil juga,” kata dia.
Menteri Kesehatan RI Nila F Moelek menjawab usulan Hadi pada kesempatan yang sama. Dia mengatakan, tahun ini, pos kesehatan yang disediakan lebih lengkap dibandingkan sebelumnya.
“Kami telah sediakan ambulans roda dua dan empat, dan semua persiapan dilakukan di sepanjang jalur ini,” kata dia.
Selain pos kesehatan, Nila mengatakan, Kemenkes juga membuka puskesmas dan rumah sakit rujukan. “Untuk helikopter rujukan, terima kasih apabila Basarnas bersedia,” tuturnya.
Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada ketika mengendarai kendaraan. Dia meminta masyarakat untuk menyetir dalam keadaan sehat, tidak mengantuk, tidak meminum obat yang menyebabkan kantuk, dan tidak meminum alkohol.
Sebab, selama periode mudik lebaran sampai Ahad ini, kecelakaan yang ditemukan sering disebabkan karena pengemudi yang mengantuk.