Kemenag: Kemungkinan Besar Idul Fitri Berbarengan

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Kamis 07 Jun 2018 09:31 WIB

Pemantauan hilal. Foto: Republika/Prayogi Pemantauan hilal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag), Juraidi mengatakan, kemungkinan besar Hari Raya Idul Fitri 2018 akan dilaksanakan secara bersamaan. Hal itu karena posisi hilal sudah berada di atas ufuk.

"Kemungkinan besar berbarengan semua metode hisab rukyat, karena posisi hilal sudah di atas ufuk di seluruh Indonesia dan sudah cukup tinggi," ujar Juraidi saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (7/6).

Kendati demikian, penetapannya harus tetap melalui proses sidang itsbat yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (14/6) mendatang di Auditorium HM. Rasjidi, Kemenag, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta. "Tapi penetapannya harus oleh pemerintah (ulil amri) melalui mekanisme sidang itsbat," ucapnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan memimpin langsung sidang itsbat penetapan Idul Fitri 2018. Sidang itsbat akan dihadiri duta besar negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar falak dari ormas-ormas Islam, pejabat eselon I dan II Kementerian Agama, dan tim hisab dan rukyat Kementerian Agama.

"Sidang itsbat wujud kebersamaan Kemenag dengan ormas Islam dan instansi terkait dalam menetapkan awal bulan qamariyah, terutama Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah," kata Juraidi.

Rangkaian sidang itsbat akan diawali dengan pemaparan secara terbuka mengenai posisi hilal berdasarkan data hisab oleh pakar astronomi. Data hisab menunjukan ijtimak menjelang Syawal 1439H jatuh pada Kamis (14/7) sekitar pukul 02.43 WIB. Tinggi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara 6° 4' sampai 7° 34'.

"Rukyatul hilal akan dilaksanakan pada Kamis sore," jelasnya.

Selepas maghrib, digelar sidang itsbat secara tertutup yang dipimpin menteri agama. Dalam sidang tersebut, Direktur Urais dan Binsyar akan melaporkan hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan pada 95 titik lokasi di seluruh Indonesia. "Laporan itu akan dijadikan dasar pengambilan keputusan penetapan 1 Syawal," katanya.

Usai sidang, menteri agama akan menggelar konferensi pers mengenai hasil sidang itsbat, yaitu Penetapan Pemerintah tentang Idul Fitri 1 Syawal 1439H/2018M.

Terpopuler