Bahagianya Warga Bantaran Rel Dapat Menu Buka Puasa

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Rabu 06 Jun 2018 18:26 WIB

Koordinator relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jakpus M Syahri alias Mas Coy bersama relawan ACT membagikan menu buka puasa di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat Foto: ERIK PURNAMA PUTRA/REPUBLIKA Koordinator relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jakpus M Syahri alias Mas Coy bersama relawan ACT membagikan menu buka puasa di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Erik Purnama Putra/Wartawan Republika

Bunyi klakson KRL Commuter Line rute Tanah Abang-Serpong dari kejauhan membuat puluhan orang yang didominasi ibu-ibu menepi ke sisi rel. Mereka berkumpul untuk menanti pembagian menu buka puasa yang dilakukan relawan Aksi Cepat Tenggap (ACT).

Wastini (50 tahun), Mariyem (51), dan Erna (52) termasuk di antara warga RT 05 RW 09 Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), yang ikut berada dalam antrean. Pun dengan anak-anak yang sebelumnya duduk-duduk di seberang rel ikut mendekat ketika mendapati kerumunan masyarakat.

"Yang sabar ya ibu-ibu, yang tertib, nanti dibagi Pak RT," ujar koordinator relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jakpus bernama M Syahri yang akrab dipanggil Mas Coy ini kepada Republika pada Sabtu (1/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Mas Coy beserta dua relawan lainnya membawa gerobak untuk mengangkut sekitar 50 bungkus nasi kotak dari dapur umum di RT 16 RW 03 Petamburan. Setelah berjalan kaki dan mendorong gerobak sekitar 20 menit, ia menyusuri wilayah permukiman padat penduduk yang terletak di sepanjang jalur rel. Dengan mendorong gerobak di antara dua jalur rel, tiga relawan ACT menyapa para ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang beraktivitas di belakang rumah masing-masing, yang menghadap rel.

Mendapati kedatangan Mas Coy, mereka mulai berkumpul dengan sendirinya dan membentuk barisan rapi. Sebelum membagikan menu buka puasa, ia dan dua rekannya terlebih dahulu memasang spanduk bertuliskan 'Berbuka Bersama, Jakarta Bahagia, Semua Kebagian Berkahnya'. Dalam spanduk itu termuat foto Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno diapit dua nenek dan kakek, serta remaja memakai peci. Tertulis juga di spanduk itu logo Bank Mualamat, Pemprov DKI, dan ACT.

"Kami sudah dua kali membagi menu buka di sini, jadi masyarakat sudah tahu. Pemilihan di sini karena wilayah ini memang ekonominya kelas menengah ke bawah. Pemprov yang menunjuk wilayah ini, dan kami yang membagikannya," ujar Mas Coy.

Dia menuturkan, program buka puasa gratis ini hasil kolaborasi Pemprov DKI bersama ACT. Menurut Mas Coy, pembagian nasi kotak dimulai sejak hari pertama puasa Ramadhan hingga 5 Juni 2018. Adapun wilayah Jakpus secara total mendapatkan sekitar 1.900 nasi kotak setiap harinya yang dibagi di beberapa titik, yang memang warganya sangat membutuhkan.

Menurut Mas Coy, menu buka puasa itu dipastikan mengandung gizi yang cukup. Pihaknya menugaskan ibu-ibu untuk memasak di dapur umum yang berada di depan kantor Kelurahan Petamburan. Ketika pukul 16.00 WIB, menu nasih kotak tersaji dan siap didistribusikan ke lokasi yang masuk dalam daftar distribusi. Karena juga sudah hafal dengan wilayah Petamburan, ia hanya memfokuskan pembagian nasi kotak untuk warga yang benar-benar membutuhkan, terutama di kawasan permukiman padat.

"Kita koordinasi dengan anggota, menunya besok apa. Yang pasti kalau tidak ayam ya daging, kita tidak boleh kasih telur takut perutnya mules. Kalau dikasih telur dan mi, kan ini bukan untuk bencana banjir, jadi menunya lebih baik dengan variasi setiap harinya ditambah kurma," ujar Mas Coy.

Ibu Ida (57) selaku koordinator dapur umum Petamburan mengatakan, ada tiga dapur umum yang melayani pembagian menu buka bersama di wilayah Jakpus. Selama 20 hari, ia mendapatkan tugas memasak sekitar 800 sampai 900 nasi kotak dengan dibantu 15 ibu-ibu lainnya warga Petamburan. Pada awalnya, ia bersama ibu-ibu lainnya memasak di Masjid Jami Al-Islam, namun karena ruangannya kurang representatif maka akhirnya dapur umum dipindah ke gedung Balai Musyawarah Warga (BMW) Petamburan.

Setiap harinya, ia menugaskan ibu-ibu belanja ke pasar dan mulai meracik bumbu pada pukul 08.00 WIB. Dia menargetkan, sebelum pukul 16.00 WIB, proses memasak maupun menata nasi kotak berakhir. "Kita mulai pagi langsung kerjakan, Subuh belanja. Ini pengalaman baru bagi saya, kesulitannya kita dikejar waktu karena harus memasak dalam jumlah banyak. Tapi ini bagus sekali karena mendukung bagi orang-orang kurang mampu," ujar Ibu Ida saat ditemui di gedung BMW Petamburan.

Mas Coy melanjutkan, di Kelurahan Petamburan, pembagian nasi kotak difokuskan di RW 03, 04, 09, dan 09 yang kerap terkena banjir dan masyarakatnya masuk ekonomi bawah. Agar pembagian tidak salah sasaran, pihaknya menggandeng ketua RT yang tahu kondisi ekonomi warganya. Karena itu, dengan verifikasi yang ketat dan pembuatan laporan pertanggungjawaban setiap harinya, pembagian menu buka yang merupakan hasil donasi warga bisa sampai ke tangan yang membutuhkan.

"Jadi kita rapat minta Pak RT tolong siapkan warga yang masuk kategori janda, yatim, lansia. Per RW kita kasih 90-an boks hasil rapat, setiap hari kita menyusuri rel sehingga semua terbagi rata. Jadi masing-masing wilayah ada yang dibagi relawan, ada pula pengurus RT yang mengambil langsung ke kita, malah kita senang tak keluar tenaga," ujar Mas Coy.

Salah satu warga warga RT 05 RW 09 Petamburan, Wastini mengaku ikut menanti pembagian menu buka puasa karena memang merasa membutuhkan. Meski hanya mendapatkan nasi kotak, ia merasa hal itu sudah cukup membuatnya bahagia lantaran program seperti ini baru ada tahun ini. Wastini yang tinggal di rumah sempit dengan penghuninya berjumlah enam orang berharap, program bantuan buka puasa dapat diadakan rutin setiap tahunnya.

"Alhamdulillah bersyukur dapat satu kotak ditambah satu kotak lagi dari Bu RT. Bapak (suami) hanya dagang, dan //alhamdulillah// semoga sering dapat ginian," ujar Wastini.

Erna mengaku, baru dua kali mendapatkan menu buka puasa yang dibagikan relawan. Dia mengatakan, sempat tidak mengetahui ketika ada pembagian yang pertama karena saat itu berada di depan rumahnya, sementara pembagian dilakukan di belakang yang terletak di jalur rel. Kali ini, ia ditemani suaminya, Agus (62) yang ikut mengantre mendapatkan nasi kotak sebagai menu buka puasa. Dia mengatakan, kali ini seolah ada yang memperhatikannya sebagai warga berkemampuan terbatas, meski bantuannya hanya berupa nasi kotak.

"Ini satu rumah ada sembilan, saya sama Bapak dan tujuh anak. Satu anak sudah keluar. Alhamdullillah ada yang peduli dengan saya, semoga lancar dan sukses yang membantu saya ini," ujar Erna yang terus menunjukkan senyumnya sembari memegang nasi kotak yang didapatnya.

Hanya saja, sempat terjadi perebutan nasi kotak lantaran warga yang masuk wilayah Bendungan Hilir (Benhil) menyeberangi rel dan ikut dalam antrean. Mas Coy akhirnya tetap memberikan beberapa orang bapak dan ibu tua yang sangat ingin mendapatkan menu buka puasa tersebut. Menurut dia, sebenarnya sudah ada tim lain yang membagikan nasi kotak ke beberapa RT di Benhil yang memang wilayahnya hanya dipisahkan jalur rel dengan Petamburan.

"Karena mereka juga puasa dan kasihan, kita kasih juga. Mereka senang dengan adanya program ini, banyak yang bersyukur dan menyampaikan terima kasih. Karena ini tahun pertama, jadi bantuan makanannya masih terbatas. Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi," ujar Mas Coy.

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kegiatan Buka Bersama Jakarta Bahagia (BBJB) merupakan program Pemprov DKI dengan menggandeng ACT dan Dompet Dhuafa (DD). Sandiaga berharap, dengan adanya kegiatan BBJB dapat menambah keberkahan Ramadhan bagi masyarakat Ibu Kota. Dia pun mengajak masyarakat Jakarta untuk untuk berdonasi dan menyumbang untuk kelancaran kegiatan ini sehingga pahala Ramadhan yang didapat semakin berlipat.

“Paket berbuka ini disebar di lebih 200 RW di Jakarta/ Ramadhan ini biasanya banyak restoran yang penuh, hotel-hotel sudah di-booking sementara banyak warga Jakarta lainnya yang belum mendapatkan kebahagiaan dan kebagiaan berkahnya Ramadhan,” ucap Sandiaga.

Terpopuler