Tol Fungsional Sudah Siap Digunakan

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Teguh Firmansyah

Rabu 06 Jun 2018 16:41 WIB

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Jembatan Kali Kuto di tol fungsional Batang-Semarang, Selasa (5/6). Foto: Republika/Rahayu Subekti Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Jembatan Kali Kuto di tol fungsional Batang-Semarang, Selasa (5/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan jalur tol fungsional siap digunakan untuk arus mudik dan balik Lebaran 2018. Menurut Budi, Kemenhub telah melakukan antisipasi terkait kepadatan arus mudik lebaran.

"Antisipasi ini seperti melakukan persiapan dan pengecekan lebih detil pada beberapa ruastol fungsional," kata Budi usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2018 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (6/6).

Budi menegaskan, ruas tol fungsional akan segera berfungsi menyusul prediksi majunya waktu puncak arus mudik dan balik Lebaran 2018. Ia pun sudah meninjau tol fungsional dan melengkapi berbagai persiapan.

Tol fungsional yang dibuka, kata ia, sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. "Jadi jalannya bagus dan persiapan yang juga dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat bagus," ungkap Budi.

Baca juga,  Arus Mudik Tol Palindra Prediksi 11.261 Kendaraan per Hari. 

Budi menambahkan, waktu pembukaan tol fungsional sudah disepakati. Tol fungsional akan dibuka pada pekan ini yakni Jumat (8/6) pukul 06.00 WIB agar dapat mengantisipasi puncak mudik dan balik.

Kendati sudah bisa digunakan, Budi tetap menginginkan pemudik bisa memilih opsi jalur pantai utara (pantura) dan pantai selatan (pansela). "Pantura (kondisi jalannya) bagus juga, bisa dinikmati pemudik," tutur Budi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono juga memastikan korlantas juga akan mengatur lalu lintas di jalur pantura dan pansela. Jika jalur tol operasional dan fungsional penuh, kata Basuki, maka kendaraan pemudik akan dialihkan ke pantura.

Basuki memastikan rekayasa lalu lintas akan dilakukan untuk mengatur kelancaran aruspemudik. "Makanya selalu saya bilang, kalau mau nyaman, aman, dan selamat itu adatiga hal penting," ujar Basuki.

Ketiga hal tersebut yaitu pemerintah sudah menyiapkan prasarana, pemberlakuan rekayasa lalu lintas, dan perilaku pengendara penggunanya juga harus menyesuaikan.

Puncak Mudik

Budi mengaku sudah melakukan riset sebelum ditetapkannya libur panjang cuti bersama. Hanya saja, terdapat evaluasi dari riset tersebut.

Semula puncak arus mudik adalah12-13 Juni 2018. "Namun kita evaluasi lagi dan hasilnya terdapat dua puncak mudik yaitu 8-9 Juni 2018 dan 12-13 Juni 2018," jelasnya.

Begitu juga untuk perkiraan waktu puncak arus balik yang semula 24-25 Juni 2018 namun mengalami pergeseran. Puncak arus balik diprediksi akan terjadi lebih lama yaitu 19-20 Juni 2018.

Untuk itu, ia mengimbau pemudik bisa menghindari waktu-waktu tersebut agar tidak terjebak kemacetan terlalu parah. Dia menyarankan pemudik juga bisa memilihuntuk memulai keberangkatan pada 10 dan 11 Juni 2018.

Terpopuler