Sebagian Jalan Tol di Lampung Dapat Digunakan Mudik

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Andi Nur Aminah

Jumat 01 Jun 2018 14:20 WIB

Kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Tras Sumatera (JTTS) di Kawasan Bakauheni, Lampung, Kamis (31/5). Foto: Republika/Prayogi Kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Tras Sumatera (JTTS) di Kawasan Bakauheni, Lampung, Kamis (31/5).

REPUBLIKA.CO.ID, BAKAUHENI -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan, Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni Sidomulyo (Kabupaten Lampung Selatan) dapat digunakan untuk kendaraan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1439 H. JTTS tersebut masih bersifat fungsional untuk mengurai kemacetan di jalan lintas Sumatra (Jalinsum) pada puncak arus mudik mendatang.

"Kalau di dalam arahan yang sudah disampaikan pengelola jalan tol bahwa ruas jalan tol dari Bakauheni sampai Sidomulyo itu sudah bisa kita operasikan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Pemprov Lampung Taufik Hidayat kepada Republika.co.id di sela-sela kunjungan kerjanya di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (31/5).

photo
Kendaraan melintas gerbang tol Lampung Selatan, ruas Jalan Tol Tras Sumatera (JTTS), Lampung, Kamis (31/5).

Mengenai masih banyaknya jalur jalan tol yang putus, ia mengakui ada beberapa titik yang putus, karena masih ada pembangunan jembatan penghubung yang masih dalam pengerjaan dan tahap penyelesaian. Ia berharap penyelesaian jembatan tersebut agar dapat dimanfaatkan arus mudik dari Sidomulyo hingga Kotabaru. "Meskipun nanti mungkin ketika ada bangunan lewat jalur sementara," ujar Taufik yang juga meninjau JTTS Bakauheni Sidomulyo.

Ia mengatakan JTTS ruas Bakauheni Sidomulyo masih tetap diutamakan percepatan pembangunannya untuk ruas yang memungkinkan. Sambil berusaha semaksimal mungkin agar jalur tersebut dapat dilalui kendaraan angkutan mudik Lebaran dari Bakauheni.

Penelusuran Republika.co.id di JTTS ruas Bakauheni -- Kalianda, Kamis (31/5) petang, masih terdapat beberapa titik jalan tol yang terputus atau belum tersambung. Titik-titik putus tersebut karena masih terdapat pembangunan jembatan dan juga terdapat sama sekali jalan belum dikerjakan beton (rigid).

Kendaraan roda empat pribadi nontruk masih bisa menembus jalan ton tersebut dari Bakauheni. Namun pada titik-titik tertentu harus melewati jalan tanah yang berada di samping pembangunan jembatan. Kondisi tersebut akan berbahaya jika musim hujan, karena jalan tanah tersebut rawan longsor dan terperosok.

photo
Kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Tras Sumatera (JTTS) di Kawasan Bakauheni, Lampung, Kamis (31/5).

Sedangkan JTTS ruas Bakauheni sampai Desa Hatta dan Penengahan terpantau sudah mulus dan dapat difungsikan untuk arus mudik angkutan Lebaran. Jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan yang turun dari kapal ferry Pelabuhan Bakauheni menuju pintu masuk jalan tol sekitar 500 meter. Sekitar delapan kilometer dari pintu masuk jalan tol, kendaraan sudah harus keluar jalan tol, karena jalur tersebu terputus.

Altaudin, petugas jaga kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) saat ditemui di ruas jalan tol Bakauheni Sidomulyo KM 9 mengatakan, masih terdapat puluhan titik jalan yang belum tersambung. Kondisi tersebut karena masih terdapat pembangunan jembatan dan juga masih belum dibangun. "Masih banyak titik-titik yang putus. Jadi, kalau jalan tol yang lancar dari Bakauheni keluar di Desa Hatta, Penengahan KM 8," katanya.

Menurut dia, kendaraan mudik masih bisa melintas melebihi KM 9 menuju Kalianda atau Sidomulyo. Namun harus melalui jalan tanah atau pinggir pada jalur yang putus. "Namun, harus waspada, karena jalannya masih tanah," tutur lelaki yang menjaga keamanan jalan tol tersebut. 

Terpopuler