Ini Tips Mudik Lewat Jalur Selatan

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Friska Yolanda

Selasa 29 May 2018 18:55 WIB

Suasana Pasar Limbangan, Garut. Pasar ini menjadi salah satu titik yang kerap mengalami kemacetan saat arus mudik Lebaran. Foto: Republika Suasana Pasar Limbangan, Garut. Pasar ini menjadi salah satu titik yang kerap mengalami kemacetan saat arus mudik Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Mudik melalui Jalur Selatan terutama via Garut-Tasikmalaya memiliki tantangan tersendiri. Medan jalan berkelok dengan banyak tanjakan dan turunan menuntut kewaspadaan dari para pengendara.

Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Garut Ipda Hilman Nugraha berbagi sejumlah kiat untuk melalui jalur tersebut. Hilman mengatakan, hal terpenting yang harus dilakukan sebelum mudik adalah memastikan kesiapan pengemudi dan juga kendaraan. 

"Kesiapan pengemudi itu penting sekali. Jangan memaksakan ketika sudah lelah atau mengantuk," ujar Hilman kepada Republika.co.id, Senin (28/5).

Baca juga, Waspadai Longsor di Jalur Alternatif Garut-Tasikmalaya

Ia mengatakan, dalam Operasi Ketupat Lodaya 2018, Polres Garut menyiapkan dua pos pengamanan dan 15 pos pengatur lalu lintas untuk membantu kelancaran mudik. Pos pengamanan mudik juga difungsikan sebagai area berisitrahat dengan sejumlah fasilitas seperti toilet, mushala, tempat bermain anak, tempat pijat, dan bengkel.

"Jadi fasilitasnya lengkap sehingga pemudik bisa beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan," kata Hilman.

Selain itu, Hilman juga mengimbau pemudik untuk mengecek kelengkapan kendaraan seperti mesin, rem, dan ban. Pemudik juga diminta untuk tetap waspada terlebih jika belum mengenali medan jalan.Ia mengaku, dengan mempersiapkan hal tersebut risiko kecelakaan bisa dikurangi.

Baca juga, Penerangan Jalan di Garut Belum Maksimal

Ia mengatakan, jumlah kecelakaan dalam arus mudik 2016 ke 2017 mengalami penurunan. Meski tidak menyebutkan angka pastinya, ia mengaku terjadi penurunan jumlah kecelakaan sebesar 35 persen.

"Angka korban tewas akibat kecelakaan juga menurun dari 6 orang pada 2016 menjadi 2 pada 2017," kata Hilman. 

Terpopuler