Empat Perlintasan Kereta di Garut tanpa Palang Pintu

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Andi Nur Aminah

Selasa 29 May 2018 12:00 WIB

Sejumlah pengendara sepeda motor melintasi perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di Palmerah, Jakarta, Rabu (21/3). (Republika/Agung Fatma Putra) Sejumlah pengendara sepeda motor melintasi perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di Palmerah, Jakarta, Rabu (21/3). (Republika/Agung Fatma Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Dinas Perhubungan Kabupaten Garut mengingatkan masyarakat yang akan berangkat mudik daerah tersebut untuk mewaspadai empat perlintasan kereta api. Sebab perlintasan ini tidak dilengkapi dengan palang pintu resmi.

Kepala Dinas Perhubungan Garut Suherman menuturkan, empat perlintasan ini masing-masing terdapat di Kecamatan Leuwigoong dua titik, dan satu titik perlintasan ada di Kecamatan Leles (Cikembulan), dan rel kereta api Bangbayang, Kecamatan Kadungora. Perlintasan rel kereta yang ada di Bangbayang merupakan jalur yang paling banyak digunakan pengguna jalan saat arus mudik tiba. Lokasi ini menjadi jalur alternatif Cikapati yang menghubungkan Majalaya, Kabupaten Bandung, dengan Kadungora, Garut.

"Untuk antisipasi kita sudah pasang menggunakan bambu dan dikelola masyarakat setempat," ujar Suherma kepada Republika.co.id, Senin (28/5).

Suherman menuturkan, meski menggunakan palang alternatif, dia memastikan keamanan di perlintasan ini cukup terjaga. Masyarakat yang diminta menjaga perlintasan secara bergiliran sudah diberikan pelatihan oleh KAI bagaimana tata cara melakukan buka tutup palang menjelang kedatangan kereta.

Selain itu di setiap perlintasan ini pun dipasang gentongan. Alat ini sebagai alarm manual yang akan dibunyikan penjaga sesaat sebelum kereta melintas. Diharap ketika dibunyikan gentongan masyarakat yang akan melintas lebih waspada.

Di sisi lain, masyarakat yang melintas pada siang dan malam hari sebenarnya bisa lebih waspada melihat arah kanan dan kiri ketika menyebrangi perlintasan. Tidak adanya bangunan lain sekitar perlintasan membuat masyarakat bisa melihat kereta dari kejauhan.

"Sebagai bentuk antisipasi juga pada malam hari di perlintasan akan dipasang lampu," ujar Suherman.

Dia mengatakan, pemerintah provinsi dan pihak KAI sendiri berencana akan memasang perlintasan secara resmi pada 2019. Sehingga ke depan perlintasan ini bisa lebih aman untuk digunakan masyarakat menyeberang.

 

Terpopuler