Jaga Niat Puasa

Rep: Muhyiddin/Arie Lukihardianti/ Red: Agung Sasongko

Rabu 16 May 2018 17:00 WIB

Ramadhan Foto: IST Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Ramadhan telah tiba dan umat Islam akan melakukan ibadah puasa selama sebulan penuh. Namun, pada hakikatnya puasa bukan hanya sekedar menahan makan dan minum tapi juga menahan diri dari nafsu dan godaan-godaan lainnya.

"Puasa tak cukup hanya menahan makan dan minum. Jika dia tidak meninggalkan hal yang buruk dan keji, maka tidak ada gunanya dan Allah tidak membutuhkannya," ujar  Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, Rabu (16/5).

Dalam konteks kebangsaan dan keumatan saat ini, lanjutnya, menahan diri di Bulan Ramadhan merupakan latihan untuk memperkuat integritas. Jika umat bisa menahan diri dari godaan di bulan puasa, maka akan menjadi orang yang mempunyai integritas tinggi.

"Orang yang berintegritas itu adalah orang yang mampu menahan diri termasuk peduli kepada yang lain. Di antara juga menahan diri adalah manakala kita berkomitmen dengan apa yang diucapkan sama dengan apa yang kita perbuat," ucapnya.

Agar umat ingin bisa menahan diri di bulan puasa ini, maka salah satu caranya adalah dengan mengingat niat awal dalam melaksanakan ibadah puasa. "Caranya untuk kita tentu menahan diri adalah ingat kepada niat awal dan kedua adalah komitmen dan sungguh-sungguh di dalam merealisasikan niat itu," katanya.

photo
Infografis Puasa

Kiai Cholil menjelaskan bahwa menahan diri di bulan Ramadhan juga merupakan latihan untuk mencapai kesempunaan manusia. Menurut dia, hal itu bisa dicapai jika umat bisa menahan diri dari syahwat, amarah, dan mengontrol keburukan lainnya yang bersifat duniawi.

Selain itu, kata dia, dalam konteks era digital ini puasa juga bisa berarti menahan diri dari sifat riya' dan menahan diri untuk tidak menyakiti orang lain. Karena, menurut dia, keduanya saat ini kerap muncul di media sosial. "Karena itu menahan diri dalam konteks sekarang adalah bagaimana puasa itu menjadi kontrol dari riya'," jelasnya.

Indikasi umat yang bisa menahan diri di bulan puasa salah satunya manakala mampu membaca segala situasi dan tidak larut dalam ego masing-masing. "Kedua adalah tanda berhasil manakala dia mampu memberi jawaban terhadap kondisi kekinian. Ketiga, mana kala dia mampu memberi manfaat kepada yang lain sehingga tak hanya untuk kemauan diri," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok.

Di Bandung, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan meminta semua masyarakat untuk mengendalikan diri dalam berbelanja selama bulan Ramadhan ini. Namun, masyarakat harus banyak menggunakan uang lebihnya untuk bersedekah.

"Lancar saja, kenaikan harga ada tapi kecil. Persediaan sembilan bahan pokok juga jelang ramadan aman. Sekarang, tinggal masyarakat melakukan pengendalian dalam berkonsumsi," ujar Ahmad Heryawan yang akrab disapa Aher kepada wartawan di Gedung Sate, Rabu (16/5).

Aher mengajak semua masyarakat yang memiliki dana lebih untuk mengarahkan pada pengeluaran sedekah. Jadi, walaupun ada uang belanja konsumsinya biasa-biasa saja. Tak berlebihan.

"Saya juga apa adanya yang dimakan enggak pernah ada yang khusus," katanya.

Aher menjelaskan, secara matematis biaya konsumsi di bulan Ramadhan ini harusnya kecil. Karena, pengeluaran seharusnya berkurang kalau tak ada snack atau cemilan."Saya kira kalau masyarakat lakukan pengendalian konsumsi ga ada masalah (inflasi,red). Beli yang butuh-butuh saja. Kelebihan anggaran, ditabung atau untuk fakir miskin," katanya.

Terkait masalah keamananan, Aher mengatakan, ia terus menerus berkoordinasi dengan Polda Jabar. Selama ramadan ini, ia otimistis akan aman."InsyaAllah kita menghormati bulan ramadan. Dampaknya kan kesetiakawanan lebih kuat dan rasa aman kuat," kata Aher seraya mengatakan, ia akan rutin berkoordinasi dengan pemerintah dan kalau ada kerawanan akan berkoordinasi dengan TNI/Polri.

Aher berharap, di Jabar tak akan terjadi apa-apa dan selamanya akan aman. Karena, urusan teroris ini memang tak bisa diprediksi dan bisa tiba-tiba meledak."Jabar mah balalageur. Saya himbau pada semua mari kita jaga negeri kita," katanya.

Aher pun berharap, semua masyarakat Jabar bisa menjaga ucapan, postingan di medsos yang tak menyinggung orang lain."Kita sambut Ramadhan dengan yang baik saja. Kepolisian dan TNI cepat bergerak karena keamanaan kuncinya disana. Yang penting semua siap siaga sepakat menjaga Jabar aman dan kondusif," katanya.

 

Terpopuler