PBNU Rencanakan Pemantauan Hilal Tetapkan Awal Ramadhan

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Selasa 08 May 2018 20:11 WIB

Pemantauan hilal (bulan). Foto: Antara/Abriawan Abhe Pemantauan hilal (bulan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Sirri Wafa mengatakan sedang menyiapkan rencana pemantauan hilal untuk menentukan awal puasa Ramadhan 1439 Hijriyah atau 2018 Masehi. Menurut dia, untuk melakukan rukyatul hilal, tim PBNU akan melakukan rapat koordinasi di Bandung pada 12 Mei mendatang.

"Persiapan penentuan awal Ramadhan ada pertemuan lengkap. Tapi sampai sekarang belum pasti. Rencannya tanggal 12 kalau nggak salah," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (8/5).

Menurut dia, seperti tahun-tahun sebelumnya tim akan melakukan pemantauan hilal di seluruh Indonesia untuk memastikan awal puasa Ramadhan. Pada tahun lalu, setidaknya ada 90 titik yang menjadi tempat rukyatul hilal PBNU, diantaranya di Sumenep, Pulau Bawean, dan Situbondo.

Hasil dari pemantaun hilal tersebut akan dibawa langsung ke sidang itsbat yang digelar Kementerian Agama pada 15 Mei mendatang. "Banyak sekali titiknya. Di Jawa aja banyak sekali. Nanti di Sumatra, di Indonesia Timur seperti di Sulawesi juga ada. Tidak jauh beda dengan tahun lalu. Dan kita sudah punya jaringannya, tinggal menjalankan saja," ucapnya.

Dia berharap, puluhan ormas yang mengikuti sidang itsbat nantinya dapat menghasilkan keputusan yang sama tentang penetapan awal Ramadhan. Namun, dia yakin tidak akan ada perbedaan untuk tahun ini. Dia menambahkan, jika pun ada kelompok-kelompok kecil yang melaksanakan ibadah puasa sebelum 17 Mei mendatang, dia mengimbau tidak dibesar-besarkan.

Terpopuler