Contra Flow Hingga 30 Kilometer Urai Kepadatan Tol Cipali

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Hazliansyah .

Sabtu 01 Jul 2017 18:37 WIB

Sejumlah kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (28/6). Memasuki H+3 Lebaran, arus balik di tol Cipali terpantau padat. Foto: Antara/Dedhez Anggara Sejumlah kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (28/6). Memasuki H+3 Lebaran, arus balik di tol Cipali terpantau padat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkap titik kepadatan terpantau terjadi di Tol Cipali kilometer 66 arah Jakarta pada arus balik H+5 lebaran, Sabtu (1/7). Hal ini imbas dari membludaknya kendaraan pada puncak arus balik lebaran 2017 yang diprediksi terjadi malam ini sampai Ahad (2/7) besok

Karenanya, untuk mengurai kepadatan di titik tersebut, petugas setempat memberlakukan mekanisme contra flow dan pengalihan arus ke jalur Pantura.

"Tadi ditanyakan juga oleh Pak Teten (Kepala Staf Kepresidenan, dalam video konference) apa yang dilakukan, yakni dilakukan contra flow, bahkan sampai 30 kilometer seperti dilaporkan Ibu Dirut Jasa Marga," ungkap Budi Karya.

Mekanisme penanganan lain adalah dengan membuka gardu tol keluar Pantura untuk mengalihkan para pemudik menggunakan jalur pantura.

"Jadi membuang sebagian ke utara atau ke pantura. Itu juga yang dilakukan oleh Pak Kakorlantas saat komunikasi, tadi siang sudah sedikit mencair," kata Budi Karya.

Menurutnya, mekanisme penanganan tersebut akan terus dilakukan untuk mengurai kepadatan. Bahkan sambung Budi, diproyeksikan akan ditambah secara situasional. Hal ini jika kepadatan kendaraan yang melalui jalur tersebut terus bertambah.

"Sebab malam ini menurut pantauan kita proyeksi kita akan tambah lagi. Karena biasanya pemudik itu memperkirakan kalau bisa tiba di Jakarta makan supaya tidak begitu panas," katanya.

Sementara di jalur selatan Nagrek arah Jakarta, Budi mengungkap sejauh ini arus lalu lintas terpantau relatif lancar meski diberlakukan dua arah. Namun tetap menjadi titik kritis untuk diantisipasi terjadinya kepadatan. Karenanya, pengoperasian satu arah akan diberlakukan jika terjadi kepadatan di jalur tersebut.

"Berita baiknya Nagrek tidak macet meski dua arah, karenanya rekomendasi satu arah diberlakukan jika jalur tersebut mulai terhambat," ungkapnya.

Terpopuler