Ini Catatan Menhub yang Perlu Dievaluasi dalam Arus Mudik

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Bilal Ramadhan

Kamis 29 Jun 2017 23:59 WIB

Arus Mudik di Pantura (Ilustrasi) Arus Mudik di Pantura (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SALATIGA — Selama arus mudik hingga H+4 arus balik Lebaran 1438 Hijriah, Pemerintah mencatat sejumlah hal yang perlu dievaluasi guna memperbaiki penyelenggaraan arus mudik/balik lebaran tahun mendatang.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, terkait dengan arus mudik banyak pihak (independen) yang mengatakan lebih baik, jika dibandingkan dengan pelaksanaan arus mudik tahun sebelumnya.

Meski begitu ada beberapa hal yang memang harus dievaluasi, yakni berkaitan dengan angkutan-angkutan yang tidak laik. Selain itu pemudik yang masih menggunakan sepeda motor, jalur tempat istirahat yang memang harus dikendalikan secara lebih baik. Termasuk juga manajemen waktu yang akan diatur lebih baik.

“Khususnya integrasi antara libur swasta, anak sekolah dan beberapa libur yang lainnya,” katanya, di sela meninjau pos pengamanan mudik Lebaran terpadu exit tol Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (29/6).

Agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Menhub juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak naik bus ataupun angkutan massal yang tidak tertempel stiker khusus, pada arus balik ini.

Demikian pula, pemudik bersepeda motor, sebaiknya memanfaatkan angkutan kapal gratis dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Masih ada empat hari keberangkatan kembali ke Jakarta yang bisa dimanfaatkan. Selain itu jangan berhenti terlalu lama di lokasi peristirahatan.

“Saya juga mengimbau masyarakat jaga kondisi kesehatan selama berkendara saat arus balik dan persiapkan kendaraan dengan prima,” tambah Budi Karya.

Terpopuler