Berburu Foto di Dermaga Hati dan Jembatan Cinta Ancol

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bilal Ramadhan

Senin 26 Jun 2017 18:07 WIB

Para wisatawan berfoto di dermaga hati di jembatan cinta Ancol, Jakarta, Senin (26/6).t Foto: Republika/Dadang Kurnia Para wisatawan berfoto di dermaga hati di jembatan cinta Ancol, Jakarta, Senin (26/6).t

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Satu, dua, tiga," komando diambil oleh fotografer dadakan, yang tak lain merupakan teman, saudara, keluarga atau mungkin kekasi dari si model yang bediri di depan Dermaga Hati, Pantai Ancol. Dengan sedikit mengarahkan gaya dan menekan tombol pengambilan gambar, foto pun sudah nampak di layar telepon genggam atau kamera yang mereka bawa.

Setelah satu rombongan puas ber swafoto, kemudian berganti rombongan lainnya yang juga tak ingin melewatkan untuk mengabadikan kunjungannya di lokasi wisata yang berada di jembatan cinta di Ancol Taman Impian tersebut. Papan berbentuk hati dengan ratusan gembok yang tergantung di rantai yang diikatkan di sana, menjadi spot favorit untuk para wisatawan mengambil foto.

Terbukti, meskipun dermaga tersebut memiliki mitos mampu mengabadikan cinta bagi siapa pun yang memasang gembok di sana, pengunjung lebih memilih berlomba-lomba mengambil gambar yang bagus. Malah, tak tampak satu pun dari mereka yang menguncikan gembok di sana.

"Saya memang datang ke sini tidak untuk memasang gembok. Hanya ingin foto-foto aja sekalian liburan," kata salah seorang pengunjung, Rani kepada Republika.co.id, Senin (26/6).

Rani kemudian mengaku tertarik mengunjungi Dermaga Hati karena berdasarkan informasi yang diperolehnya di media sosial, tempat tersebut menarik untuk foto-foto. Bahkan, menurutnya, anak-anak muda yang berkunjung ke Ancol, selalu berusaha menyempatkan diri berfoto di Dermaga Hati.

"Kan katanya mirip yang di Paris itu (jembatan Pont des Arts). Jadi ya penasaran juga pengen foto-foto di sini," terang Perempuan 22 tahun tersebut.

Kunjungan wisatawan ke Dermaga Hati memang mengalami lonjakan saat libur lebaran. Itu diungkapkan tukang foto keliling Irmon yang mengalami peningkatan pendapatan jika dibanding hari biasa. Bahkan, pria kelahiran Bukit Tinggi itu mengaku saat libur lebaran, pendapatannya bisa mencapai Rp 400 ribu.

"Ya kalau lagi rame gini banyak (pendapatannya) bisa sampai Rp 400 ribu. Kalau hari biasa kan kadang enggak dapat sama sekali," ucap Irmon.

Irmon beserta tukang foto keliling lain menjual hasil jepretannya dengan harga Rp 20 ribu per lembar berukuran 4R. Harga yang dipasangnya, kata Irmon, sama seperti hari-hari biasanya. "Kita gak pernah menaikan harga. Jadi mau hari biasa atau hari libur sama saja," terang Irmon.

Terpopuler