Napi Rutan Kelas I A Surakarta Layani Warga yang Berkunjung

Rep: ANDRIAN SAPUTRA/ Red: Ilham Tirta

Senin 26 Jun 2017 14:24 WIB

Sejumlah warga binaan bertemu dengan keluarga di dalam Rumah Tahanan (ilustrasi). Foto: Antara/FB Anggoro Sejumlah warga binaan bertemu dengan keluarga di dalam Rumah Tahanan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Rumah Tahan (Rutan) Kelas I A Surakarta memberdayakan 54 warga binaan untuk membantu petugas dalam melayani warga yang berkunjung pada Senin (26/6). Koordinator Kunjungan Lebaran yang juga Kepala Sub Seksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Rutan Kelas I A Surakarta, Slamet mengatakan, meningkatnya jumlah kunjungan Hari Raya Idul Fitri membuat petugas rutan kewalahan.

“Kami menggunakan tenaga pendamping dari warga binaan yang tingkat pengawasan terhadap mereka sudah tidak terlalu ketat, mereka membantu melayani warga yang ingin bertemu dengan warga binaan lainnya,” kata Slamet ketika ditemui Republika.co.id, Senin (26/6).

Selain warga binaan, petugas juga mendapat bantuan dari 15 anggota Pramuka Surakarta untuk melayani pengunjung rutan. Terdapat tiga tempat yang dijadikan lokasi berkumpul warga binaan dengan keluarga terdekatnya.

Bagi warga binaan dengan kasus penyalahgunaan Narkoba, lokasi pertemuan ditempatkan di halaman depan Rutan. Di mana petugas memfasilitasi tenda dan karpet di tempat tersebut. Sedangkan bagi warga binaan dengan kasus Kriminal, lokasi pertemuan di tempatkan di aula Rutan dan halaman samping rutan.

Slamet mengatakan, meningkatnya jumlah kunjungan ke rutan sudah terjadi setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri kemarin. Setiap warga binaan, kata dia, mendaapat kunjungan minimal 3 orang anggota keluarganya.

Kemarin, pendaftaran kunjungan mencapai 400 nomor. Sedang, sejak kunjungan di buka pukul 09.00 WIB hingga siang hari tadi, jumlah pendaftaran kunjungan sudah mencapai 200 nomor.

Dia menjelaskan, pada hari-hari biasa jadwal kunjungan warga dimulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Namun, pada Hari Raya Idul Fitri hingga H+1 jadwal kunjungan warga dimulai pukul 09. 00 hingga 15.00 WIB.

“Kami sebenarnya membatasi jumlah pengunjung untuk warga binaan maksimal 5 orang, namun setelah dipertimbangkan lagi, kami fleksibel. Apalagi yang datang jauh dari luar kota, seandainya kurang waktu pertemuannya kita beri kesempatan waktu tambahan sebentar dengan pengawasan di ruangan,” kata dia.

Slamet mengatakan, petugas hanya memberikan waktu selama 20 menit bagi keluarga yang ingin bertemu warga binaan. Dia memperkirakan lonjakan kunjungaan rutan masih akan terjadi selama libur lebaran. “Mulai besok jadwal seperti biasa, waktu kunjungan 30 menit dan sesuai kasusnya. Besok itu jadwal besuk warga binaan kriminal. Silakan warga berkunjung, namun tetap ikuti prosedurnya,” kata dia.

Dari pantauan Republika.co.id, pada Senin (26/6) pagi, ratusan warga memenuhi ruang pendaftaran kunjungan masuk Rutan. Sedang warga yang telah mendapatkan nomor antrean, langsung berbaris rapi, mengantre di gerbang masuk Rutan.

Sebelum bertemu dengan warga binaan, setiap pengunjung yang masuk diperiksa terlebih dulu oleh petugas rutan. Warga dilarang membawa tas, alat komunikasi, senjata tajam ke dalam rutan. Bahkan makanan yang dibawa pengujung bagi warga binaan pun harus dimasukkan ke dalam plastik transparan. Selain itu, pengunjung juga diwajibkan meninggalkan identitas di pos penjagaan dan menggunakan nomor kunjungan.

Terpopuler