TPU Masih Dipadati Masyarakat yang Berziarah

Rep: Arie Lukhardianti/ Red: Yudha Manggala P Putra

Senin 26 Jun 2017 11:40 WIB

Warga berziarah ke makam kerabat di Taman Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Kota Bandung, Kamis (7/7). (foto : Mahmud Muhyidin) Warga berziarah ke makam kerabat di Taman Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Kota Bandung, Kamis (7/7). (foto : Mahmud Muhyidin)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tempat Pemakaman Umum (TPU), masih dipadati masyarakat yang berziarah pada hari Lebaran kedua, Senin (26/6). Hal itu, terlihat di salah satu pemakaman yang cukup padat di Kota Bandung, TPU Muslim Maleer.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, akses masuk ke TPU Maleer macet dipenuhi kendaraan bermotor dan orang yang berjalan. Setiap orang yang akan menuju area pemakaman, harus berjalan merayap karena sebagian bahu jalan digunakan sebagai tempat parkir.

Menurut salah seorang Peziarah asal Limbangan-Garut, Yati Maryati (41 tahun), ia bersama suami dan anaknya baru datang ke Bandung di Lebaran hari kedua. Karena, hari pertama ia memilih untuk shalat Idul Fitri di rumahnya di Limbangan. "Karena baru datang, jadi saya ke makam almarhum ayah sayanya sekarang lebaran kedua," ujar Yati kepada Republika.co.id.

Yati mengatakan, kebiasaan berziarah sudah ia lakukan cukup lama. Karena, sudah menjadi kebiasaan saat lebaran harus nyekar (menyiram kuburan dengan air, red) ke makam ayahnya. Selain itu, ia pun berkumpul bersama keluarganya untuk berdoa di depan makam. "Kalau nggak nyekar saat lebaran kayaknya ada yang kurang," katanya.

Senada dengan Yati, peziarah lainnya, Wulan Sabrina (20 tahun) mengatakan, setiap lebaran, ia dan keluarganya rutin berziarah ke makam almarhum ibunya. Ini dilakukan, sebagai bentuk ke penghormatan pada ibu yang sangat dicintainya. "Ya, selain mendokan kan bisa sedikit mengobati rasa kangen juga kalau membersihkan makamnya," katanya.

Terpopuler